Jumat, 04 November 2011

nama : Fenti Indriani
kelas : 3EA12
npm : 11209375

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Pengertian Sumber Daya Ekonomi

Keputusan konsumen sehubungan dengan produk dan merek sangat dipengaruhi oleh sumber daya ekonomi yang mereka punya atau mungkin mereka punyai padamasa datang. Untuk menjadi konsumen diperlukan uang. Kartu kredit juga memadai. Di dalam era yang lebih awal, barter – pertukaran barang dengan barang – barang dilakukan. Barter masih penting di dalam masyrakat yang kurang maju dan hingga batas tertentu di dalam ekonomi bawah tanah dari masyarakat maju. Di dalam bab ini, saya mengkonsentrasikan analisis saya pada uang. Namun, ada “ ekonomi informal” yang besar dimana orang membarter atau membeli barang dan jasa dengan cara yang kerap lolos dari pembuatan catatan dan mungkin pajak.”Pemakaian berat”ekonomi informal adalah orang yang kaya, berpendidikan tinggi, dan termasuk muda.

Sumber daya ekonomi seperti pendapatan atau kekayaan adalah variabel pertama yang harus dianalisis di dalam studi perilaku konsumen, dengan studi yang dirunut kembali hingga tahun 1672. Studi pertama, dengan basis statistik yang layak, diterbitkan oleh Ernest Engel pada tahun 1857. Hubungan antara menjadi populer sebagai “Engel’s Laws of Consumption” (kaidah Engel mengenal Konsumsi). Kaidah tersebut mengandung empat proporsi mengenai hubungan antara pendapatan keluarga dan proporsisi yang dinelanjakan untuk kategori seperti makanan, pakaian, pondokan, dan lain – lain (pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan sebagainya).

Perubahan besar terjadi sepanjang waktu pada pengeluaran dasar keluarga, bergantung kepada perkembangan ekonomi atau pendapatan keluarga. Proporsi anggaran yang dihabiskan untuk makanan dan pakaian turun secara dramatis, menyisakan uang untuk dan untuk kategori luas yang serupa dengan milik Engel. Kategori yang belakangan inilah yang membuat pemasaran dinamis dan pengertian akan konsumen menjadi tantangan yang sangat penting. Negara – negara yamg kurang berkembang di dunia ini mungkin memiliki pola pengeluaran yang lebih menyerupai gambar figur.

1.2. Kepercayaan Konsumen

Harapan konsumen mengenai pendapatan masa datang menjadi variabel penting dalam meramalkan perilaku konsumen. Walaupun pendapatan individu sekarang menentukkan apa yang mungkin dibeli, harapan mengenai pendapatan masa datang kerap mempengaruhi apa yang sebenarnya dibeli, khususnya sewaktu menganalisis pembelian mobil, peralatan besar, dan barang tahan lama lainnya.

Ukuran kepercayaan konsumen dilaporkan secara berkala oleh berbagai pelayan data, seperti Conference Broad. Dalam ini sangat penting bagi para pemasar untuk membuat keputusan inventaris. Selama musim panas yang lalu, misalnya, pengecer utama memeriksa secara cermat kepercayaan konsumen mengenai kondisi ekonomi yang akan datang guna menempatkan pesanan inventaris untuk musim penjualan liburan. Bulan November dan Desember bertanggung jawab untuk lebih dari setengah penjualan dan laba dari banyak jenis pengecer. Bila inventaris terlalu rendah, penjualan akan luput. Bila inventaris terlalu tinggi, potongan harga mungkin diperlakukan lebih awal musim dan begitu dalam sehingga hanya sedikit laba yang akan terwujud. Jadi, kepercayaan konsumen merupakan variabel penting di dalam keputusan pemasar dan penyuplai mereka.

1.3. Pendapatan

Kadang agak kurang jelas pendapatan siapa yang merupakan variabel kritis yang mempengaruhi pembelian. Kebanyakan penelitian mengenai perilaku konsumen berfokus pada individu, namun sumber daya ekonomi biasanya dibagi dengan orang lain, di dalam keluarga atau rumah tangga. Survai konsumen kerap membahas sepenuhnya perilaku individu, kecuali di dalam bagian demografik, di mana pertanyaan mengenai sumber daya menanyakan tentanng pendapatan keluarga atau rumah tangga. Ini adalah masalah kelayakan dalam pengumpulan data, karena kecilnya proporsi orang yang pendapatannya dapat dipisahnkan dari pendapatn keluarga atau rumah tangga. Ingat sebagian masalah yang terlibat di dalam masalah ini. Walaupun treand – nya adalah ke arah penekanan yang lebih lebih besar pada rumah tangga, banyak survai masih mengajukkan pertanyaan mengenai sumber daya denmgan terminologi seperti” pendapatan keluarga anda tahun lalu sebelum kena pajak.”

Konsep pendapatan per kapita digunakan untuk mengembangkan pengertian yang lebih baik mengenai peranan pendapatan dalam menentukkan pengeluaran keseluruhaan untuk berbagai produk. Dalam penelitian ini, pendapatan per kapita, yang disesuaikan menurut jumlah anggota keluarga, mungkin meningkatkan kemungkinan permalan pembelian karen aberhubungan dengan pendapatan. Bureau of Economic Analysis melaporkan bahwa rata – rata pendapatan per kapita untuk orang Amerika adalah $15.340 pada tahun 1987. Pendapatan di negara bagian terkaya, Connecticut, lebih dari dua kali pendapatan negara bagian termiskin, Mississippi.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Sumber Daya Ekonomi

Potensi sumber daya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi daerah pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumber daya yang memiliki daerah baik tergolong pada sumber daya alam(natural resources/endowment factors) maupun potensi sumber daya manusia yang dapat memberikan (benefit) srta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayah.

Potensi sumber daya ekonomi khusunya sumber daya alam (natural resource/endowment factors)pada prinsipnya dikategotikan menjadi 3 bagian, meliputi:

a. Sumber daya yang tidak pernah habis (renewable – perpectual resources)

Jenis sumber daya alam yang masuk kategori ini selalu tersedia sepanjang waktu, dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. Contohnya: lahan pertanian, sinar matahari, angin, gelombang laut(tergolong sebagai sumber daya energi)dan sebagainya.

Pemanfaatkan jenis sumber daya alam seperti ini pada dasarnya dapat diekspoitasi sesuai dengan tingkat kebutuhan manusia sepanjang masa. Sumber daya ini secara umum bersifat permanen, namun demikain jenis sumber daya ini tidak dapat diproduksi oleh manusia.

Sehubungan dengan itu, tingkat ketergantungann terhadap sumber daya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumber daya alam ini. Misalnya, penggunaan energi sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

b. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non – renewable or exhaustible resources).

Jenis sumber daya ini pada dasarnya meliputi sumber daya alam yang mensuplai energi seperi minyak, gas alam, uranium, batubara serta mineral yang non energi seperti tembaga, nikel, almunium dan lain – lain.

Sumber alam jenis ini adalah sumber daya alam dalam jumlah yang tetap berupa deposit mineral (mineral deposits) diberbagai tempat dimuka bumi. Sumber daya alam ini bisa habis baik karena sifatnya yang tidak bisa diganti oleh proses alam maupun karena proses penggantian alamiahnya berjalan lebih lamban dari jumlah.

c. Sumber daya alam yang pontesial untuk diperbaharui (pontetially renewable resources).

Kategori sumber daya alam ini tergolong sumber daya alam yang bisa habis jangka pendek jika dilakukan dan dicemari secara cepat, namun demikian lambat laun akan dapat diganti melalui proses alamiah misalnya: pohon – pohon dihutan, rumput di padang rumput, deposit air tanah, udara segar dan lain – lain.

Sumber daya alam ini keberadaannya harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam kerangka untuk mendorong, mempercepat dan menunjang proses pembangunan wilaya. Namun demikian penting untuk diperhatikan aspek ketersediaan termasuk daya dukungnya terhadap mobilitas pembangunan daerah, karena apabila sumberdaya alam dengan 3 kategori ini dimanfaatkan dengan tidak bijaksana dan arif maka sudah barang tentu stagnasi dan kemunduran dinamika pembangunan ekonomi wilayah akan semakin cepat menjelma atau merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.

B. Pengeluran dan Pendapatan

Pembelian yang erat berhubungan dengan pendapatan. Mengetahui tingkat pengeluaran umumdan menghubungkan dengan tingkat pendapatan target pasar suatu perusahaan dapat memberikan estimasi mengenai pontesial pasar di dalam kategori produk. Dari sumebr lain (seperti Census of Rentailing, Census of Service, dan seterusnya), jumlah penyuplai dapat diperoleh untuk menilai prestasi penjualan dari perusahaan individual atau untuk meramalkan penjualan yang mungkin diperoleh dengan memasuki pasar.

Sumber paling komprehensif dari data mengenai kebiasaan belanja adalah Comsumer Expenditure Survey of the Bureau of Labor Statistics (BLS), yang sudah dijalankan secara berkala sejak tahun 1968. Dengan menggunakan buku harian konsumen, dua jenis data dikumpulkan. Produk murah yang kerap dibeli (makanan dan minuman, produk perawatan pribadi, suplai rumah tangga, dan sebagainya)diukur selama 2 minggu. Dikumpulkan pula survai terpisah (setiap kuartal) yang meminta konsumen untuk mengingat pengeluaran selama 3 bulan terakhir untuk barang yang relatif mahal seperti perlengkapan rumah, tanah, mobil, sewa dan sebagainya. Selain pendapatan, data dapat diklasifikasikan menurut usia penghuni rumah, tempat pembelian (restoran atau toko pangan)dan variabel sosial, demografi, atau ekonomi lain yang mendeskripsikan keluarga. Pada dasawarsa ini, jumlah yang dibelanjakan untuk perumahan dan transportasi meningkat sedikit dengan penurunan kecil dalam jumlah yang dibelanjakan untuk makanan dan pakaian. Pembagian pengeluaran yang ditunjukkan opada asuransi jiwa, pensiun, dan asuransi pribadi tetap konstan.

C. Ramalan Pasar Melalui Subpasar

Permintaan menurut kategori produk dapat diramalkan oleh pembagian data keseluruhan ke dalam subpasar. Metode peramalan mensimulasikan pasar masa datang dengan mengasumsikan bahwa perilaku pembelian individu di dalam subpasar tetap konstan sepanjang waktu, tetapi bahwa jumlah orang di dalam subpasar berubah sepanjang waktu. Dibawah ini asumsi konsistensi perilaku (behavioral consistency), seorang pria berusia 45 tahun pada masa datang mungkin mempunyai kebutuhan dasar yang sama dengan pria usia 45 tahun sekarang ini. Jadi, dengan mengetahui pola pengeluaran dari subpasar pada masa datang berdasarkan variabel usia atau variabel lain yang relevan, ramalan yang berguna atau setidaknya simulasi dimungkinkan untuk permintaan keseluruhan menurut kategori produk pada masa datang.

Usia, jenis rumah tangga, dan pendidikan adalah faktor terpenting yang mempengerahui pendapatan, walaupun ada target pasar yang menarik di dalam setiap kategori. Namun, sewaktu meramalkan permintaan atau menyeleksi target pasar, variabel lain mungkin menghasilkan in formasi yang jauh lebih tepat. Ukuran seperti ini mencakupi pendapatan sesudah pajak, pendapatan yang leluasa digunakan, pendapatan per kapita, pendapatan pribadi, dan pendapatan per anggota rumah tangga dan juga nilai netto atau ukuran kekayaan lain.

D. Pasar yang Kaya

Semakin banyak pemasar menargetkan rumah tangga yang kaya, yang juga disebut”Pasar Atas”(up market), yang umumnya didefinisikan sebagai kuartil populasi dengan pendapatan atas. Dua puluh lima persen dari rumah tangga ini mengandalkan lebih dari 40 persen daya beli. Pasar atas mungkin merupakan rumah tangga dengan pendapatan ganda, dibatasi oleh waktu (khususnya bila ada anak), dan menekankan kualitas dalam preferensi produk mereka. Laporan khusus mengenai target ini yang dibuat oleh Manajemen Horizons, Devisi dan Price Wterhouse, menyimpulkan bahwa presentase besar pembelian dibuat oleh kelompok ini untuk produk seperti busana pria, perabot, alat elektronik, dan hiburan dirumah, perlengkapan rumah, barang pecah belah, perhiasan dan peralatan, perangkat keras, dan bahan bangunan.

E. Sumber Daya Ekonomi Yang Lain

Sumber daya ekonomi lain di luar pendapatan juga mempengaruhi perilaku konsumen. Yang paling penting adalah kekayaan (nilai bersih) dan kredit.

Kekayaan, yang diukur menurut aset atau nilai bersih, berkolerasi dengan pendapatan. Variasi primer adalah konsumen tua cenderung memiliki proposi kekayaan yang lebih besar dibandingkan konsumen yang lebih muda. Pada tahun 1980, terdapat 574.342 milioner di Amerika Serikat, dan jumlah tersebut bertambah sangat besar sejak saat itu. Rata – rata milioner tersebut berusia 57 tahun, dan lebih dari 95 persen mengikuti kuliah di perguruan tinggi selama sedikitnya satu tahun, dengan sekitar 4 dari 10 memiliki gelar lanjutan. Keluarga kaya menghabiskan uang mereka untuk pelayanan, perjalanan, minta, dan investasi lebih banyak daripada yang dihabiskan oleh tetangga mereka yang lebih rendah kelas sosialnya. Pengeluaran mereka untuk perlengkapan rumah, peralatan, alat hiburan, dan produk serupa tidak terlalu tinggi karena keluarga kaya biasanya berada dalam tahap yang belakangan dari siklus kehidupan dan tidak berkepentingan untuk melengkapai rumah baru atas membuat pembelian tambahan untuk peralatan besar.

Kredit memperluas sumber pendapatan, setidaknya untuk suatu periode waktu. Sebenarnya, karena biaya kredit harus dikurangi dari ketersediaan sumber daya total milik konsumen, kredit mengurangi kemampuan membeli barang dan jasa dalam jangka panjang. Meskipun begitu, orang Amerika semakin bersedia menggunakan kredit untuk perluasan sementara dari sumber daya ekonomi mereka. Kepala rumah tangga yang lebih muda lebih mungkin mendukung peminjaman daripada rumah tangga yang lebih tua. Sekitar 90 persen dari mereka yang lebih muda dari 45 tahun merasa pantas meminjam untuk pembelian mobil, dibandingkan dengan hanya 60 persen dari mereka yang berusia 65 keatas. Orang amerika paling bersedia meminjam untuk mobil, tagihan pengobatan, atau alasan pendidikan. Rumah tangga y7ang lebih muda dan mereka dengan pendapatan yang lebih tinggi lebih bersedia meminjam.

F. Perilaku Konsumen Pasar Yang Kaya

Karena kemakmuran meningkat, banyak rumah tangga, khususnya dengan dua pencarian nafkah, akan menempatkan premium atas waktu. Pelayanan pelanggan yang meningkat, ketersediaan yang segera, pengoperasian produk yang bebas dari kesulitan, dan perawatan serta servis perbaikan yang dapat diandalkan akan dihargai. Akan ada kesediaan baru untuk membayar harga untuk jasa yang menjamin untuk kerja produk dan membatasi ketidaknyamanan.

Secara umum, proyeksi pendapatan ini mengesankan bahwa pemasar harus meningkatan fokus mereka dan berkosentrasi pada kualitas yang lebih tinggi, barang dan jasa yang diberi harga lebih tinggi. Barang dan jasa yang diminta akan mencakupi:

Produk yang memudahkan pekerjaan sulit yang membosankan dan pemeliharaan rumah tangga, mengoptimalkan tugas rumah tangga, menghemat waktu, mendemontrasikan kualitas, keterandalan, daya tahan, dan kemewahaan.

Perumahan yang lebih baik termasuk rumah keluarga single dan kondominimum, yang akan menarik bagi rumah tangga suami – istri menjelang pensiun dan usia menengah yang lebih kaya. Termasuk di sini adalah perabot berkualitas, perlengkapan tetap, peralatan, dan pelayanan rumah tangga.

Produk dan jasa yang dirancang untuk meningkatan diri fisik, khususnya yang dirasa memelihara dan memulihkan kemudaaan: kosmetika, produk perawatan kulit, pemandian air mineral panas, penata rambut, konsultan busana, fasilitas olah raga, dan program diet serta kesehatan.

Produk dan jasa yang menyokong diri psikologis: konseling, pendidikan, analisis keterampilan, pelatihan manajemen stres, kegitan budaya, dan buku serta kursus peningkatan diri.

Produk yang menyokong mobilitas dan pemuasan segera: foto langsung jadi, restorann yang buka sepanjang malam, telepon dan komputer portable, pusat kesehatan gawat darurat, servis produk diseluruh dunia, tempat penyewaan, nomor 800, pusat hiburan, rumah, automed teller, dan kredit seketika.

Produk dan jasa yang akan mengamankan dan melindungi individu dan barang milik: alata pengindraan, sistem perlindungan rumah, satpam, kawasan pemukiman yang dilindungi, pelbagian jenis asuransi, perlindungan dari kebakaran dan perampokan, rencana jaminan keuangan, pemurni udara dan air, produk sanitasi.

Aktivitas hiburan dan waktu senggang, termasuk jasa yang bervariasi seperti olahraga partisipatif dan tontonan, perjalanan, dan perjudian.

Produk yang memungkinkan kita membedakan diri dan yang menarik bagi sikap angkuh di dalam diri kita semua; produk yang berhubungan dengan selera, pengasuhan, gaya hidup yang anggun, budaya, dan apa yang disebut “pasar pikiran”. Termasuk disisni adalah makanan berselera tinggi, anggur, produk dan jasa dekorator dan desainer, lukisan, ukiran, dan seni pentas seperti balet, opera, konser simfoni, dan drama.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Konsumen memiliki tiga sumber daya utama yang mereka gunakan dalam proses pertukaran dan melalui proses ini pemasar memberikan barang dan jasa. Secara praktis, ini berarti bahwa pemasar bersaing untuk mendapatkan uang, waktu, perhatian konsumen. Presepsi konsumen mengenai sumber daya yang tersedia mungkin memepengaruhi kesediaan untuk menggunakan uang atau waktu untuk produk.

B. Saran

a) Pemasar harus menekankan pentingnya mengetahui siapa yang mempunyai uang

b) Perusahaan dapat mengembangkan mengenai peranan pendapatan dalam menentukan pengeluaran keseluruhan produk.

Rabu, 12 Oktober 2011

Perilaku Konsumen

Nama : Fentiindriani
NPM : 11209375
Kelas : 3EA12


BAB I

PENDAHULUAN


2.1. Pengertian Pembelian

Pembelian didefinisikan sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan atas barang atau jasa yang diperlukan oleh perusahaan dan dapat diterima tepat pada waktunya dengan mutu yang sesuai serta harga yang menguntungkan.

a. Saat pemesanan

Saat pemesanan sangatlah tergantung pada kualitas barang yang masih ada, rata-

Rata tingkat pemakaiannya dan jangka waktu pemesanan.

b. Jumlah yang dipesan

Jumlah yang dipesan ditetapkan secara matematis dan juga menurut kebijaksanaan

untuk medapatkan kuantitas pesanan-pesanan ekonomis.

c. Rekanan

Dalam menetapkan pilihan rekanan mesti dikaitkan pada harga, syarat pembayaran,

kualitas keandalan lokasi saat penyerahan yang dijanjikan.

2.1.1. Arti dan Maksud Pembelian

Menurut Manulang Pembelian terjadi untuk memenuhi kebutuhan

dan pemenuhan kebutuhan tersebut ada dua macam, yaitu untuk dikonsumsi dan

untuk dijual kembali.

2.1.2. Jenis-jenis Pembelian

Menurut sifat Manulang pembelian Dibagi dalam tiga macam pembelian, yaitu:

1) Hand-To-Mouth Buying (Pembelian yang Teratur)

Yaitu pembelian yang didasarkan atas besarnya kebutuhan sekarang. Maksudnya

adalah untuk mencegah kerugian/keburukan yang diakibatkan oleh adanya

persediaan bahan yang berlebih di gudang dan penggunaan modal dapat digunakan

dengan sebaik-baiknya.

2) Speculative Purchasing (Pembelian Spekulatif)

Yaitu pembelian yang tidak didasarkan karena perlunya bahan itu dipergunakan

Dalam proses produksi sekarang, tetapi didasarkan karena suatu motif untuk

Mendapatkan keuntungan akan naiknya harga bahan pada waktu yang akan

datang.

3) Forward Buying (Pembelian Sebelumnya)

Yaitu pembelian untuk memenuhi tersedianya bahan mentah secara continue agar

perusahaan tidak sampai terganggu aktivitasnya karena tidak tersedianya

bahan baku pada waktunya.

2.4 Pentingnya Fungsi Pembelian

Management audit bisa digunakan untuk mengevaluasi organisasi secara keseluruhan ataupun fungsi tertentu dalam organisasi, untuk menentukan apakah perusahaan sudah memperoleh efisiensi biaya yang maksimum dari yang telah dilaksanakan oleh fungsi tersebut selama ini. Penelitian ini menjadikan fungsi pembelian sebagai sasaran audit.

Fungsi pembelian sering dianggap sebagai bagian yang paling penting dan berpengaruh, bahkan bisa dikatakan sebagian besar proses bisnis berasal dari kegiatan pembelian. Alasan yang sangat fundamental untuk membahas fungsi pembelian ialah karena dalam bidang ini pemborosan mudah terjadi, baik karena perilaku yang disfungsional maupun karena kurangnya pengetahuan dalam berbagai aspek pembelian bahan, sarana, prasarana dan suku cadang yang diperlukan perusahaan.

Pandangan ini menurut Siagian mudah dipahami karena dalam proses produksi perusahaan memerlukan bahan baku. Tidak banyak perusahaan yang menguasai sendiri bahan baku yang diperlukan untuk diolah lebih lanjut menjadi produk jadi, sehingga bisa disimpulkan bahwa tidak ada satupun bentuk atau jenis perusahaan yang tidak terlibat dengan fungsi pembelian. Pengalaman banyak perusahaan bahwa biaya untuk menghasilkan suatu produk mungkin mencapai sekitar lima puluh persen dari harga jual produk, menjadikan fungsi pembelian sebagai sumber pemborosan apabila tidak diselenggarakan dengan baik dan sumber penghematan yang akan memperbesar laba perusahaan apabila dilakukan dengan teliti dan cermat.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa pembelian merupakan area yang penting yang dikemukkan Brow dkk. Yaitu:

1. Fungsi pembelian memiliki tanggung jawab untuk mengelola masukan perusahaan pada pengiriman, kualitas dan harga yang tepat, yang meliputi bahan baku, jasa dan sub-assemblies untuk keperluan organisasi.

2. Berbagai penghematan yang berhasil dicapai lewat pembelian secara langsung

direfleksikan pada lini dasar organisasi. Dengan kata lain, begitu penghematan

harga dibuat, maka akan mempunyai pengaruh yang langsung terhadap struktur

biaya perusahaan. Sehingga sering dikatakan bahwa penghematan pembelian 1%

ekivalen dengan peningkatan penjualan sebesar 10%.

3. Pembelian dan suplai material mempunyai kaitan dengan semua aspek operasi

manajemen.

Bagaimana cara sebuah perusahaan dalam mengendalikan strategi pengadaan barangnya akan mempunyai pengaruh langsung terhadap bagaimana perusahaan tersebut menjalankan bisnisnya. Pembelian yang baik juga perlu menjadi perhatian untuk organisasi-organisasi non profit dan pemerintah. Berbagai tekanan yang berkaitan dengan kurangnya dana yang tersedia dan besarnya biaya, mendorong organisasi-organisasi tersebut untuk beroperasi seefisien mungkin dengan biaya seminimum mungkin

Dengan demikian, apapun jenis dan ukuran perusahaannya, pembelian yang dilaksanakan dengan ekonomis dan efektif amat diperlukan dalam upaya mencapai kondisi perusahaan yang sehat karena pembelian merupakan kegiatan yang memerlukan pengerahan sumber daya dalam jumlah besar.

2.5 Tugas dan tanggung jawab fungsi pembelian
Pada dasarnya peran fungsi pembelian adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan pada waktu, harga dan kualitas yang tepat. Assauri menjabarkan tanggung jawab bagian pembelian sebagai berikut:

1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan pembelian bahan-bahan agar rencana operasi

dapat dipenuhi dan pembelian bahan-bahan tersebut pada tingkat harga dimana

perusahaan akan mampu bersaing dalam memasarkan produk.

2. Bertanggung jawab atas usaha-usaha untuk dapat mengikuti perkembangan bahan-

bahan baru yang dapat meguntungkan dalam proses produksi, perkembangan

dalam desain, harga dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi produk

perusahaan, harga serta desainnya.

4. Bertanggung jawab untuk menurunkan investasi atau meningkatkan perputaran

bahan, yaitu dengan penentuan skedul arus bahan ke dalam pabrik dalam jumlah

yang cukup untuk memenuhi kebutuhab produksi.

5. Bertanggung jawab atas kegiatan penelitian dengan menyelidiki data-data dan

perkembangan pasar, perbedaaan sumber-sumber penawaran (supply) dan

memeriksa pabrik suplier untuk mengetahui kapasitas dan kemampuannya dalam

memenuhi kebutuhan-kebutuhan perusahan

6. Bertanggung jawab atas pemeliharaan bahan-bahan yang dibeli setelah diterima

dan bertanggung jawab atas pengawasan persediaan.

Tugas-tugas yang dilakukan bagian pembelian dalam memenuhi tanggung jawab tersebut diatasb antara lain:

1. Melakukan pembelian bahan-bahan secara bersaing atas dasar nilai yang

ditentukan tidak hanya pada harga yang tepat tetapi juga pada waktu yang tepat, serta jumlah dan mutu yang tepat pula.

2. Membantu pemilihan bahan-bahan dengan melakukan penyelidikan.

3. Melaksanakan usaha-usaha pencarian paling sedikit dua sumber suplai.

4. Mempengaruhi tingkat persediaan terendah.

5. Menjaga hubungan baik dengan suplier.

6. Melakukan kerjasama dan koordinasi yang efektif dengan fungsi-fungsi lainnya

Dalam perusahaan

7. Meneliti keadaan perdagangan pasar.

8. Membeli seluruh bahan-bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan tepat waktu

sehingga tidak menganggu rencana produksi dari perusahaan tersebut.
Galloway dkk. (2000:305) mendefinisikan tujuan dan tanggung jawab departemen pembelian adalah meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Memilih, mengevaluasi dan mengembangkan sumber-sumber untuk bahan dan jasa

yang dibutuhkan oleh perusahaan.

2. Memelihara dan membangun relasi dengan suplier yang berkenaan dengan kualitas, pengiriman, pembayaran dan pengembalian.

3. Mencari bahan dan produk baru, serta sumber-sumber baru untuk memperoleh bahan dan produk yang lebih baik yang mungkin bisa digunakan oleh perusahaan di masa yang akan datang.

4. Melakukan negosiasi dan memperoleh bahan baku, peralatan, barang dan jasa pada

harga yang mencerminkan the best value for money.

5. Ikut berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas untuk reduksi biaya.

6. Memelihara sistem komunikasi yang efektif dan melakukan konsultasi secara rutin

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PROSEDUR PEMBELIAN

Kebutuhan akan informasi dari suatu perusahaan, terutama informasi keuangan, sangat dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak – pihak diluar perusahaan, seperti kerditur, calon investor, kantor pajak, dan lain – lain memerlukan informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka.

Sedangkan pengertian pembilian itu sendiri menurut Soemarso S. R adalah

“ Pembelian adalah akun yang digunakan untuk mencatat semua pembelian barang dagang suatu periode”.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pembelian merupakan kegiatan yang dilakukan untuk pengadaan barang yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan usahanya dimulai dari pemilihan sumber sampai memperoleh barang.

Beberapa fungsi yang terkait dan memiliki wewenang dalam melaksanakan transaksi pembelian:

1. Fungsi Gudang

Dalam prosedur pembelian, fungsi gudang bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada digudang dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan.

2. Fungsi Pembelian

Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai informasi harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, dan menegeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih.

3. Fungsi Penerimaan

Fungsi penerimaan bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok guna menentukkan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa bagian – bagian yang terkait memiliki tanggung jawab dan tugas yang berbeda dalam melakukan transaksi pembelian.

B. Dokumen Yang Digunakan Pada Prosedur Pembelian

Dalam melakukan prosedur pembelian tentu saja memerlukan dokumen guna menjamin keandalan dan tingkat ketelitian dalam pembelian. Adapun dokumen yang digunakan dalam prosedur pembelian adalah:

1. Surat Permintaan Pembeliaan. Surat permintaan pembeliaan ini dikeluarkan oleh fungsi gudang setelah mengetahui jumlah jenis persediaan harus dilakukan pemesaan kembali dan surat ini disertai pula otorisasi oleh fungsi gudang.

2. Surat Order Pembelian. Surat order pembelian dilakukan setelah mendapatkan penawaran harga terhadap barang yang akan dibeli dari pemasok.

Semua dokumen dalam transaksi pembelian sangat dibutuhkan sebagai alat yang membantu keandalan dan tingkat ketelitian sebagai bukti terjadinya transaksi pembelian.

C. Fungsi Yang Terkait Pada Prosedur Pembelian.

Untuk melaksanakan transaksi pembelian dalam perusahaan, fungsi – fungsi yang dibentuk adalah: fungsi gudang, fungsi pembelian, fungsi penerimaan, dan fungsi akuntansi.

D. Jaringan Prosedur Pembelian

Dalam melakukan prosedur pembelian perlu dilakukan jaringan prosedur yang merupakan tahapan – tahapan proses terjadinya transaksi pemebelian.beberapa prosedur pembeliaan yaitu:

1. Prosedur Permintaan Pembeliaan

Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam fomulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian.

2. Prosedur Permintaan Penawaran Harga dan Pemilihan Pemasok

Dalam prosedur iini, fungsi pembelian mengirim surat permintaan penawaran harga kepada pemasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain, untuk memungkinkan pemilihan pemasokan barang yang diperlukan oleh perusahaan.

3. Prosedur Order Pembelian

Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirim order pembelian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukkan kepada unit – unit organisasi dalam perusahaan mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan.

Jaringan Prosedur diatas dapat disimpulkan bahwa Prosedurtersebut dilakukan secara terpisaholeh setiap fungsi yang saling terkait. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan wewenang, tanggung jawab serta menjaga kekayaan perusahaan, keakuratan dan keandalan transaksi.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Setelah melihat pelaksaan prosedur Pembelian dengan menggunakan jaringan prosedur pembelian, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Dokumen – dokumen yang terkait sudah sesuai dengan prosedur pembelian yang disyaratkan, adanya surat permintaan pembelian, surat penawaran harga, surat order pembelian, dan sebagainnya.

2. Penggunan jaringan prosedur pembelian tidak semua berjalan dengan mulus. Adakalanya terjadi kesalahan, kekurangan atau penyimpangan, sehingga keadaan tersebut akan menjadi masalah bagi kelancaran kegiatan ekspor dan impor. Tetapi dalam prosedur pembelian diatas jarang terjadi kesalahan atau penyimpangan, seandainya terjadi penyimpangan sperti salah ketik dalam penulisan asal negara pengekspor jumbo drillsandvik.

B. SARAN

Sebagai penutup dari penulis mengemukkan saran yang dipandang perlu uintuk membantu perbaikan dari kelemahan yang ada khususnya yang berhubungan dengan kegiatan pembelian.

Diperlukan dokumen dan penulisan yang jelas dari negara pengekspor jumbo drill sandvik agar tidak terjadi kesalahan dalam pengetikkan, sehingga adanya keakuratan dan ketelitian dalam transaksi.

Minggu, 22 Mei 2011

pemahaman tentang bangsa,negara,hak dan kewajiban warga negara dan hubungan warga negara dengan negara atas dasar demokrasi

A) PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN TENTANG BANGSA DAN NEGARA

Bangsa ,yaitu orang yg memiliki kesamaan asal keturunan,adapt ,bahasa,dan sejarah serta berpemerintahan sendiri.Bangsa Indonesia ,yaitu sekolompok manusia yg mempunyai kepentingan yg sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.

Pengertian dan pemahaman Negara yaitu suatu kelompok manusia yg sama”mendiami satu wilayah tertentu dan mengakui adanya pemerintahan dan dalam penegertian Negara lainnya Negara adlah suatu perserikatan yg melaksanakan satu pemerintahan melalaui hokum yg mengikat masyarakat nya .

B) Teori terbentuknya Negara ada 3 teori yg dikenal:

1.) Teori hukum alam .Pemikiran pada masa plato dan aristoteles
Kondisi alam >Tumbuhnya manusia>Berkembangya Negara

2.) Teori ketuhanan (islam+Kristen),segala sesuatu adalah ciptaan tuhan
3.) Teori perjajanjian(Thomas Hobbes) ,manusia menghadapi alam dan timbullah kekerasan .manusia pun bersatu menghhadapi tantangan dan menggunakan persatuan utk kebutuhan bersama .

C.) NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM SISITIM KENEGARAAN DI INDONESIA.

Negara yg pada dasarnya mensyaratkan adanya wilayah ,pemerintahan,dan penduduk sebagai warga Negara .NKRI adalah Negara yg berdaulat dan mendapatkan pengakuan dari dunia internasional dan menjadi anggota PBB dan memepunyai kewajiban yg sama dengan Negara-negara lain untuk menjaga perdamaian dunia .NKRI didirikan berdasarkan UUD 1945,Negara yg wajib melindungi hak asasi warganya yg dibatasi oleh ketentuan agama ,etika, moral dan budaya.

Proses terbentuknya bangsa yg bernegara .

Gambaran tentang bagaimana terbentuknya bangsa ,diaman sekolompok manusia merasa bagian dari suatu bangsa .Bangsa merasakan pentingnya keberadaan Negara dan tumbulah kesadaran untuk mempertahankan Negara agar tetap berdiri tegak .Upaya ini dapat terlaksana dengan baik apabilla tercipta pola pikir ,sikap,serta tindakan perilakuy bangsa yg bebrbudaya.

B. Pemahaman Hak dan kewajiban Negara :

Dalam UUD 1945 bab 10 ,pasal tentang warga Negara telah di amanatkan pada pasal 26,27,28,30

1.) Pasal 26 ayat 1 menjelaskan yg menjadi warga Negara adaalh orang orang bangsa Indonesia asli yang disahkan oleh undang-undang

2.) Pasal 27 ayat 1 menjelaskan segala warga Negara bersama dengan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahn wajib menjunjung tingi hukum dan pemerintahan

3.) Pasal 28 ayat 1 menjelaskan kemerdekaan berseriakat dan berkumpul ,mengeluaraakn pikran denagn lisan dan sebagainya ditetapkan dengan undanag-undang

4.) Pasal 30 ayat 1 Hak dan kewajiban warg Negara untuk ikut erat dalam pembelaan Negara dan ayat

C. Hubungan warga Negara dengan Negara

Siapa warga negara ,warga Negara yaitu orang yg menjaadi warga Negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang oaring bangsa lain ,misalnya orang keturunan indo belanda ,indo arab,indo cina yg bertempat tinggal di Indonesia dan mengakui Indonesia sebagai tanah airnya

Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan NKRI harus menganut asas bahwa setiap warga negra punya kedudukan yg sma di hadapan hukum dan pemerintahan ,Ini konsekuensi dari prinsip kedaulatan rakyat bersifat kerakyatan

Lalu hak atas pekerjaan ,penghidupan yang layak bagi kemanusiaan dicantumkan dalam pasal 27 ayat 2 UUD 1945 yangh menyatakan bahwa setiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan kehidupan yg layak bagi kemanusiaan .pasal ini memeancarkan asas keadialn social dan kerakyatan.

PEMAHAMAN TENTANG DEMOKRASI

Konsep Demokrasi ,demokrasi yaitu sebuah bentuk kekuasaan dari/oleh/untuk rakyat menurut konsep demokrasi ,kekuasaan menyatakan arti politik dan pemerintahan ,sedangkan rakyat serta warga Negara diartiakn sebagai warga Negara. Demos menyiratkan suatu makna diskrimanatif . Demos bukan rakyat keseluruhan ,tetapin hanya populus yaitu mereka yg berdasarakan tradisi.

Bentuk demokrasi ada berbagai bentuk demorasi dalam sisitim pemerintahan Negara ,yaitu:

1.) Pemerintahan Monarki ,monarki mutlak,monarki konstitusional,monarki parlementer

2.) Pemerintahan republic ,yaitu pemerintahn yg dijlanikan oleh dan untuk kepentingan bersama.

Pemahaman demokrasi di Indonesia

Dalam sistim kepartaian ada tiga sistim kepartaian ,yaitu :

1.) Multi partai (polyparty sistim)
2.) dua partai (biparty sistim)
3) satu partai(monoparty sistim)

Model sistim pemerintrahan Negara ada 4 macam :

1.) Pemerintaahn dictator
2.) pemerintahan parlementer
3.) pemerintahan presidential
4.) pemerintahan campuran

Pancasila sebagai ideology Negara

Dikatakan bahwa pancasila merupakan falsafah bangsa .Pancasial sebagai kebenaran hakiki harus diperjuangkan oleh Negara dan menjadi muatan dalamn UUD berdirinya sbuah Negara .Cita-cita tersebut tercermin dalam pembukaan UUD 1945.

Kamis, 24 Maret 2011

pengertian ideologi dan filsafat

IDEOLOGI

  • Dicetuskan pertama kali pada akhir abad 18 oleh Coint Destutt de Tracy
  • Definisi: organisasi sekumpulan ide
  • Ideologi dapat dikatakan sebagai visi komprehensif atau cara pandang suatu masalah atau sekumpulan ide yang diberikan oleh kelompok dominan
  • Tujuan ideologi adalah menawarkan perubahan dalam masyarakat melalui proses normatif.

IDEOLOGI vs. FILOSOFI

  • Ideologi tidak sama dengan Filosofi
  • Ideologi adalah cara pandang ideal bagi sekelompok masyarakat (ideal way of life for society)
  • Filosofi adalah cara pandang mengarungi kehidupan (the way of living life)
  • Ideologi bersifat startegis-politis
  • Filosofi bersifat strategis-humanis

KARAKTERISTIK IDEOLOGI

  1. Mempunyai kekuatan (have power)
  2. Mampu menuntun dalam evaluasi (guidance of evaluation)
  3. Menyediakan petunjuk dalam beraksi (guidance of action)
  4. Harus logis (logic)

6 CARA PEMANFAATAN IDEOLOGI

  1. Sebagai sekumpulan ide yang normatif
  2. Sebagai bentuk struktur logika internal
  3. Sebagai ide dalam interaksi manusia
  4. Sebagai ide dalam struktur organisasi
  5. Sebagai cara persuasif
  6. Sebagai tempat interaksi sosial

FILSAFAT atau FILOSOFI

  • Dua kata tsb adalah sama berasal dari bhs Yunani (philosophia)
  • Philosophia terdiri atas 2 kata yaitu philia (cinta) dan sophia (kebijaksanaan).
  • Jadi Filsafat adalah ilmu tentang kebijaksanaan

KLASIFIKASI FILSAFAT

  1. Filsafat Barat: berkembang dari tradisi Yunani Kuno (memisahkan agama dan filsafat)
  2. Filsafat Timur: berkembang di Asia (tidak memisahkan agama dan filsafat)

CABANG FILSAFAT

  • Tidak ada kesepakatan universal tentang cabang cabang filsafat, tetapi Will Durant menyebutkan sbb

Logika (kebenaran)

Estetika (keindahan)

Etika (nilai/moral)

Epistomologi (pengetahuan & alam)

Metafisika (realita)

SEJARAH FILSAFAT

Sejarah filsafat dibagi menjadi 3 periode

  • Filsafat Kuno (Ancient Philosophy)
  • Filsafat Pertengahan (Medieval Philosophy)
  • Filsafat Modern (Modern Philosophy)
  • Beberapa filsuf mengusulkan sivilisasi manusia menjadi periode post-modern atau kontemporer

pengertian bangsa

A. PENGERTIAN BANGSA

1. PENDAPAT PARA AHLI

1. ERNEST RENAN

Bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama ( hasrat untuk bersatu ) dengan perasaan kesetiakawanan yang agung.

2. OTTO BAUER

Bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai kesamaan karakter, karakteristik tumbuh karena adanya kesamaan nasib.

3. F. RATZEL

Bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dan tempat tinggalnya (paham geopolitik)

4. HANS KOHN

Bangsa adalah buah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah. Suatu bangsa merupakan golongan yang beraneka ragam dan tidak bisa dirumuskan secara eksak.

5. JALOBSEN, LIPMAN

Bangsa adalah suatu kesatuan budaya (cultural unity) dan kesatuan politik (political unity)

2. MENURUT ISTILAH

Istilah bangsa terjemahan dari kata nation (bahasa Inggris) kata nation berasal dari bahasa latin, natio artinya sesuatu telah lahir, yang bermakna keturunan. Kelompok orang yang berada dalam satu keturunan. Nation dalam bahasa Indonesia artinya bangsa. Nation berubah jadi national yang artinya kebangsaan. Pahamnya dinamakan nasionalisme artinya paham atau semangat kebangsaan.

3. MENURUT SOSIOLOGIS / ANTROPOLOGIS

Bangsa adalah persekutuan hidup yang disatukan oleh adanya kesamaan sejarah, tradisi, keturunan, kepecayaan, budaya dan bahasa. Ikatan itu disebut ikatan primordial. Dengan ikatan itu kita bisa membedakan antara Suku Bangsa Batak dan Suku Bangsa Jawa atau Sunda.

Persekutuan hidup, artinya perkumpulan orang-orang yang saling membutuhkan dan bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama dalam suatu wilayah tertentu. Persekutuan hidup itu dapat berupa persekutuan hidup mayoritas dan minoritas.


4. MENURUT POLITIS

Bangsa dalam pengertian politik adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan teringgi keluar dan kedalam, diikat oleh sebuah organisasi kekuasaan / politik, yaitu negara beserta pemerintahnya, serta di ikat oleh satu kesatuan wilayah nasional, hukum, perundang-undangan yang berlaku.

5. MENURUT KBBI

Bangsa adalah orang-orang yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarah serta berpemerintahan sendiri

B. UNSUR TERBENTUKNYA BANGSA

HANS KOHN

FAKTOR OBJEKTIF

Kebanyakan bangsa terbentuk karena adanya faktor-faktor objektif tertentu yang membedakannya dari bangsa lain, yakni sbb:

- kesamaan keturunan

- wilayah, bahasa.

- adat istiadat.

- kesamaan politik.

- perasaan, agama.

Faktor objektif terpenting terbentuknya suatu bangsa adalah, adanya kehendak atau kemauan bersama atau nasionalisme.

Rabu, 16 Maret 2011

Hak Asasi Manusia

Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1

Contoh hak asasi manusia (HAM):

  • Hak untuk hidup.
  • Hak untuk memperoleh pendidikan.
  • Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain.
  • Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
  • Hak untuk mendapatkan pekerjaan.
Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Bahasa Inggris: Universal Declaration of Human Rights ; singkatan: UDHR) adalah sebuah pernyataan yang bersifat anjuran yang diadopsi oleh Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (A/RES/217, 10 Desember 1948 di Palais de Chaillot, Paris). Pernyataan ini terdiri atas 30 pasal yang menggarisbesarkan pandangan Majelis Umum PBB tentang jaminan hak-hak asasi manusia (HAM) kepada semua orang. Eleanor Roosevelt, ketua wanita pertama Komisi HAM (Bahasa Inggris: Commission on Human Rights; singkatan: CHR) yang menyusun deklarasi ini, mengatakan, "Ini bukanlah sebuah perjanjian... [Di masa depan] ini mungkin akan menjadi Magna Carta internasional..."

Sampai sekarang sejak proklamasi Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia, beberapa negara telah memproklamasikan deklarasi yang serupa. Contohnya meliputi Bill of Rights di Amerika Serikat, dan Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara di Perancis.

Setelah terjadinya berbagai kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Nazi Jerman setelah Perang Dunia II, terdapat sebuah konsensus umum dalam komunitas dunia bahwa Piagam PBB tidak secara penuh mendefinisikan hak-hak yang disebutkan. Sebuah pernyataan umum yang menjelaskan hak-hak individual diperlukan. John Peters Humphrey dipanggil oleh Sekretariat Jenderal PBB untuk bekerja dalam suatu proyek dan menjadi penyusus pernyataan umum tersebut. Humphrey juga dibantu oleh Eleanor Roosevelt dari Amerika Serikat, Jacques Maritain dari Perancis, Charles Malik dari Lebanon, and P. C. Chang dari Republik Cina, dan lainnya. Proklamasi ini diratifikasi sewaktu Rapat Umum pada tanggal 10 Desember 1948 dengan hasil perhitungan suara 48 menyetujui, 0 keberatan, dan 8 abstain (semuanya adalah blok negara Soviet, Afrika Selatan, dan Arab Saudi).[2] Walaupun peran penting dimainkan oleh John Humphrey, warga negara Kanada, Pemeritah Kanada pada awalnya abstain dalam perhitungan suara tersebut, namun akhinya menyetujui pernyataan tersebut di Rapat Umum.