kelas : 3EA12
npm : 11209375
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Pengertian Sumber Daya Ekonomi
Keputusan konsumen sehubungan dengan produk dan merek sangat dipengaruhi oleh sumber daya ekonomi yang mereka punya atau mungkin mereka punyai padamasa datang. Untuk menjadi konsumen diperlukan uang. Kartu kredit juga memadai. Di dalam era yang lebih awal, barter – pertukaran barang dengan barang – barang dilakukan. Barter masih penting di dalam masyrakat yang kurang maju dan hingga batas tertentu di dalam ekonomi bawah tanah dari masyarakat maju. Di dalam bab ini, saya mengkonsentrasikan analisis saya pada uang. Namun, ada “ ekonomi informal” yang besar dimana orang membarter atau membeli barang dan jasa dengan cara yang kerap lolos dari pembuatan catatan dan mungkin pajak.”Pemakaian berat”ekonomi informal adalah orang yang kaya, berpendidikan tinggi, dan termasuk muda.
Sumber daya ekonomi seperti pendapatan atau kekayaan adalah variabel pertama yang harus dianalisis di dalam studi perilaku konsumen, dengan studi yang dirunut kembali hingga tahun 1672. Studi pertama, dengan basis statistik yang layak, diterbitkan oleh Ernest Engel pada tahun 1857. Hubungan antara menjadi populer sebagai “Engel’s Laws of Consumption” (kaidah Engel mengenal Konsumsi). Kaidah tersebut mengandung empat proporsi mengenai hubungan antara pendapatan keluarga dan proporsisi yang dinelanjakan untuk kategori seperti makanan, pakaian, pondokan, dan lain – lain (pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan sebagainya).
Perubahan besar terjadi sepanjang waktu pada pengeluaran dasar keluarga, bergantung kepada perkembangan ekonomi atau pendapatan keluarga. Proporsi anggaran yang dihabiskan untuk makanan dan pakaian turun secara dramatis, menyisakan uang untuk dan untuk kategori luas yang serupa dengan milik Engel. Kategori yang belakangan inilah yang membuat pemasaran dinamis dan pengertian akan konsumen menjadi tantangan yang sangat penting. Negara – negara yamg kurang berkembang di dunia ini mungkin memiliki pola pengeluaran yang lebih menyerupai gambar figur.
1.2. Kepercayaan Konsumen
Harapan konsumen mengenai pendapatan masa datang menjadi variabel penting dalam meramalkan perilaku konsumen. Walaupun pendapatan individu sekarang menentukkan apa yang mungkin dibeli, harapan mengenai pendapatan masa datang kerap mempengaruhi apa yang sebenarnya dibeli, khususnya sewaktu menganalisis pembelian mobil, peralatan besar, dan barang tahan lama lainnya.
Ukuran kepercayaan konsumen dilaporkan secara berkala oleh berbagai pelayan data, seperti Conference Broad. Dalam ini sangat penting bagi para pemasar untuk membuat keputusan inventaris. Selama musim panas yang lalu, misalnya, pengecer utama memeriksa secara cermat kepercayaan konsumen mengenai kondisi ekonomi yang akan datang guna menempatkan pesanan inventaris untuk musim penjualan liburan. Bulan November dan Desember bertanggung jawab untuk lebih dari setengah penjualan dan laba dari banyak jenis pengecer. Bila inventaris terlalu rendah, penjualan akan luput. Bila inventaris terlalu tinggi, potongan harga mungkin diperlakukan lebih awal musim dan begitu dalam sehingga hanya sedikit laba yang akan terwujud. Jadi, kepercayaan konsumen merupakan variabel penting di dalam keputusan pemasar dan penyuplai mereka.
1.3. Pendapatan
Kadang agak kurang jelas pendapatan siapa yang merupakan variabel kritis yang mempengaruhi pembelian. Kebanyakan penelitian mengenai perilaku konsumen berfokus pada individu, namun sumber daya ekonomi biasanya dibagi dengan orang lain, di dalam keluarga atau rumah tangga. Survai konsumen kerap membahas sepenuhnya perilaku individu, kecuali di dalam bagian demografik, di mana pertanyaan mengenai sumber daya menanyakan tentanng pendapatan keluarga atau rumah tangga. Ini adalah masalah kelayakan dalam pengumpulan data, karena kecilnya proporsi orang yang pendapatannya dapat dipisahnkan dari pendapatn keluarga atau rumah tangga. Ingat sebagian masalah yang terlibat di dalam masalah ini. Walaupun treand – nya adalah ke arah penekanan yang lebih lebih besar pada rumah tangga, banyak survai masih mengajukkan pertanyaan mengenai sumber daya denmgan terminologi seperti” pendapatan keluarga anda tahun lalu sebelum kena pajak.”
Konsep pendapatan per kapita digunakan untuk mengembangkan pengertian yang lebih baik mengenai peranan pendapatan dalam menentukkan pengeluaran keseluruhaan untuk berbagai produk. Dalam penelitian ini, pendapatan per kapita, yang disesuaikan menurut jumlah anggota keluarga, mungkin meningkatkan kemungkinan permalan pembelian karen aberhubungan dengan pendapatan. Bureau of Economic Analysis melaporkan bahwa rata – rata pendapatan per kapita untuk orang Amerika adalah $15.340 pada tahun 1987. Pendapatan di negara bagian terkaya, Connecticut, lebih dari dua kali pendapatan negara bagian termiskin, Mississippi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sumber Daya Ekonomi
Potensi sumber daya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi daerah pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumber daya yang memiliki daerah baik tergolong pada sumber daya alam(natural resources/endowment factors) maupun potensi sumber daya manusia yang dapat memberikan (benefit) srta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayah.
Potensi sumber daya ekonomi khusunya sumber daya alam (natural resource/endowment factors)pada prinsipnya dikategotikan menjadi 3 bagian, meliputi:
a. Sumber daya yang tidak pernah habis (renewable – perpectual resources)
Jenis sumber daya alam yang masuk kategori ini selalu tersedia sepanjang waktu, dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. Contohnya: lahan pertanian, sinar matahari, angin, gelombang laut(tergolong sebagai sumber daya energi)dan sebagainya.
Pemanfaatkan jenis sumber daya alam seperti ini pada dasarnya dapat diekspoitasi sesuai dengan tingkat kebutuhan manusia sepanjang masa. Sumber daya ini secara umum bersifat permanen, namun demikain jenis sumber daya ini tidak dapat diproduksi oleh manusia.
Sehubungan dengan itu, tingkat ketergantungann terhadap sumber daya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumber daya alam ini. Misalnya, penggunaan energi sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
b. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non – renewable or exhaustible resources).
Jenis sumber daya ini pada dasarnya meliputi sumber daya alam yang mensuplai energi seperi minyak, gas alam, uranium, batubara serta mineral yang non energi seperti tembaga, nikel, almunium dan lain – lain.
Sumber alam jenis ini adalah sumber daya alam dalam jumlah yang tetap berupa deposit mineral (mineral deposits) diberbagai tempat dimuka bumi. Sumber daya alam ini bisa habis baik karena sifatnya yang tidak bisa diganti oleh proses alam maupun karena proses penggantian alamiahnya berjalan lebih lamban dari jumlah.
c. Sumber daya alam yang pontesial untuk diperbaharui (pontetially renewable resources).
Kategori sumber daya alam ini tergolong sumber daya alam yang bisa habis jangka pendek jika dilakukan dan dicemari secara cepat, namun demikian lambat laun akan dapat diganti melalui proses alamiah misalnya: pohon – pohon dihutan, rumput di padang rumput, deposit air tanah, udara segar dan lain – lain.
Sumber daya alam ini keberadaannya harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam kerangka untuk mendorong, mempercepat dan menunjang proses pembangunan wilaya. Namun demikian penting untuk diperhatikan aspek ketersediaan termasuk daya dukungnya terhadap mobilitas pembangunan daerah, karena apabila sumberdaya alam dengan 3 kategori ini dimanfaatkan dengan tidak bijaksana dan arif maka sudah barang tentu stagnasi dan kemunduran dinamika pembangunan ekonomi wilayah akan semakin cepat menjelma atau merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.
B. Pengeluran dan Pendapatan
Pembelian yang erat berhubungan dengan pendapatan. Mengetahui tingkat pengeluaran umumdan menghubungkan dengan tingkat pendapatan target pasar suatu perusahaan dapat memberikan estimasi mengenai pontesial pasar di dalam kategori produk. Dari sumebr lain (seperti Census of Rentailing, Census of Service, dan seterusnya), jumlah penyuplai dapat diperoleh untuk menilai prestasi penjualan dari perusahaan individual atau untuk meramalkan penjualan yang mungkin diperoleh dengan memasuki pasar.
Sumber paling komprehensif dari data mengenai kebiasaan belanja adalah Comsumer Expenditure Survey of the Bureau of Labor Statistics (BLS), yang sudah dijalankan secara berkala sejak tahun 1968. Dengan menggunakan buku harian konsumen, dua jenis data dikumpulkan. Produk murah yang kerap dibeli (makanan dan minuman, produk perawatan pribadi, suplai rumah tangga, dan sebagainya)diukur selama 2 minggu. Dikumpulkan pula survai terpisah (setiap kuartal) yang meminta konsumen untuk mengingat pengeluaran selama 3 bulan terakhir untuk barang yang relatif mahal seperti perlengkapan rumah, tanah, mobil, sewa dan sebagainya. Selain pendapatan, data dapat diklasifikasikan menurut usia penghuni rumah, tempat pembelian (restoran atau toko pangan)dan variabel sosial, demografi, atau ekonomi lain yang mendeskripsikan keluarga. Pada dasawarsa ini, jumlah yang dibelanjakan untuk perumahan dan transportasi meningkat sedikit dengan penurunan kecil dalam jumlah yang dibelanjakan untuk makanan dan pakaian. Pembagian pengeluaran yang ditunjukkan opada asuransi jiwa, pensiun, dan asuransi pribadi tetap konstan.
C. Ramalan Pasar Melalui Subpasar
Permintaan menurut kategori produk dapat diramalkan oleh pembagian data keseluruhan ke dalam subpasar. Metode peramalan mensimulasikan pasar masa datang dengan mengasumsikan bahwa perilaku pembelian individu di dalam subpasar tetap konstan sepanjang waktu, tetapi bahwa jumlah orang di dalam subpasar berubah sepanjang waktu. Dibawah ini asumsi konsistensi perilaku (behavioral consistency), seorang pria berusia 45 tahun pada masa datang mungkin mempunyai kebutuhan dasar yang sama dengan pria usia 45 tahun sekarang ini. Jadi, dengan mengetahui pola pengeluaran dari subpasar pada masa datang berdasarkan variabel usia atau variabel lain yang relevan, ramalan yang berguna atau setidaknya simulasi dimungkinkan untuk permintaan keseluruhan menurut kategori produk pada masa datang.
Usia, jenis rumah tangga, dan pendidikan adalah faktor terpenting yang mempengerahui pendapatan, walaupun ada target pasar yang menarik di dalam setiap kategori. Namun, sewaktu meramalkan permintaan atau menyeleksi target pasar, variabel lain mungkin menghasilkan in formasi yang jauh lebih tepat. Ukuran seperti ini mencakupi pendapatan sesudah pajak, pendapatan yang leluasa digunakan, pendapatan per kapita, pendapatan pribadi, dan pendapatan per anggota rumah tangga dan juga nilai netto atau ukuran kekayaan lain.
D. Pasar yang Kaya
Semakin banyak pemasar menargetkan rumah tangga yang kaya, yang juga disebut”Pasar Atas”(up market), yang umumnya didefinisikan sebagai kuartil populasi dengan pendapatan atas. Dua puluh lima persen dari rumah tangga ini mengandalkan lebih dari 40 persen daya beli. Pasar atas mungkin merupakan rumah tangga dengan pendapatan ganda, dibatasi oleh waktu (khususnya bila ada anak), dan menekankan kualitas dalam preferensi produk mereka. Laporan khusus mengenai target ini yang dibuat oleh Manajemen Horizons, Devisi dan Price Wterhouse, menyimpulkan bahwa presentase besar pembelian dibuat oleh kelompok ini untuk produk seperti busana pria, perabot, alat elektronik, dan hiburan dirumah, perlengkapan rumah, barang pecah belah, perhiasan dan peralatan, perangkat keras, dan bahan bangunan.
E. Sumber Daya Ekonomi Yang Lain
Sumber daya ekonomi lain di luar pendapatan juga mempengaruhi perilaku konsumen. Yang paling penting adalah kekayaan (nilai bersih) dan kredit.
Kekayaan, yang diukur menurut aset atau nilai bersih, berkolerasi dengan pendapatan. Variasi primer adalah konsumen tua cenderung memiliki proposi kekayaan yang lebih besar dibandingkan konsumen yang lebih muda. Pada tahun 1980, terdapat 574.342 milioner di Amerika Serikat, dan jumlah tersebut bertambah sangat besar sejak saat itu. Rata – rata milioner tersebut berusia 57 tahun, dan lebih dari 95 persen mengikuti kuliah di perguruan tinggi selama sedikitnya satu tahun, dengan sekitar 4 dari 10 memiliki gelar lanjutan. Keluarga kaya menghabiskan uang mereka untuk pelayanan, perjalanan, minta, dan investasi lebih banyak daripada yang dihabiskan oleh tetangga mereka yang lebih rendah kelas sosialnya. Pengeluaran mereka untuk perlengkapan rumah, peralatan, alat hiburan, dan produk serupa tidak terlalu tinggi karena keluarga kaya biasanya berada dalam tahap yang belakangan dari siklus kehidupan dan tidak berkepentingan untuk melengkapai rumah baru atas membuat pembelian tambahan untuk peralatan besar.
Kredit memperluas sumber pendapatan, setidaknya untuk suatu periode waktu. Sebenarnya, karena biaya kredit harus dikurangi dari ketersediaan sumber daya total milik konsumen, kredit mengurangi kemampuan membeli barang dan jasa dalam jangka panjang. Meskipun begitu, orang Amerika semakin bersedia menggunakan kredit untuk perluasan sementara dari sumber daya ekonomi mereka. Kepala rumah tangga yang lebih muda lebih mungkin mendukung peminjaman daripada rumah tangga yang lebih tua. Sekitar 90 persen dari mereka yang lebih muda dari 45 tahun merasa pantas meminjam untuk pembelian mobil, dibandingkan dengan hanya 60 persen dari mereka yang berusia 65 keatas. Orang amerika paling bersedia meminjam untuk mobil, tagihan pengobatan, atau alasan pendidikan. Rumah tangga y7ang lebih muda dan mereka dengan pendapatan yang lebih tinggi lebih bersedia meminjam.
F. Perilaku Konsumen Pasar Yang Kaya
Karena kemakmuran meningkat, banyak rumah tangga, khususnya dengan dua pencarian nafkah, akan menempatkan premium atas waktu. Pelayanan pelanggan yang meningkat, ketersediaan yang segera, pengoperasian produk yang bebas dari kesulitan, dan perawatan serta servis perbaikan yang dapat diandalkan akan dihargai. Akan ada kesediaan baru untuk membayar harga untuk jasa yang menjamin untuk kerja produk dan membatasi ketidaknyamanan.
Secara umum, proyeksi pendapatan ini mengesankan bahwa pemasar harus meningkatan fokus mereka dan berkosentrasi pada kualitas yang lebih tinggi, barang dan jasa yang diberi harga lebih tinggi. Barang dan jasa yang diminta akan mencakupi:
Produk yang memudahkan pekerjaan sulit yang membosankan dan pemeliharaan rumah tangga, mengoptimalkan tugas rumah tangga, menghemat waktu, mendemontrasikan kualitas, keterandalan, daya tahan, dan kemewahaan.
Perumahan yang lebih baik termasuk rumah keluarga single dan kondominimum, yang akan menarik bagi rumah tangga suami – istri menjelang pensiun dan usia menengah yang lebih kaya. Termasuk di sini adalah perabot berkualitas, perlengkapan tetap, peralatan, dan pelayanan rumah tangga.
Produk dan jasa yang dirancang untuk meningkatan diri fisik, khususnya yang dirasa memelihara dan memulihkan kemudaaan: kosmetika, produk perawatan kulit, pemandian air mineral panas, penata rambut, konsultan busana, fasilitas olah raga, dan program diet serta kesehatan.
Produk dan jasa yang menyokong diri psikologis: konseling, pendidikan, analisis keterampilan, pelatihan manajemen stres, kegitan budaya, dan buku serta kursus peningkatan diri.
Produk yang menyokong mobilitas dan pemuasan segera: foto langsung jadi, restorann yang buka sepanjang malam, telepon dan komputer portable, pusat kesehatan gawat darurat, servis produk diseluruh dunia, tempat penyewaan, nomor 800, pusat hiburan, rumah, automed teller, dan kredit seketika.
Produk dan jasa yang akan mengamankan dan melindungi individu dan barang milik: alata pengindraan, sistem perlindungan rumah, satpam, kawasan pemukiman yang dilindungi, pelbagian jenis asuransi, perlindungan dari kebakaran dan perampokan, rencana jaminan keuangan, pemurni udara dan air, produk sanitasi.
Aktivitas hiburan dan waktu senggang, termasuk jasa yang bervariasi seperti olahraga partisipatif dan tontonan, perjalanan, dan perjudian.
Produk yang memungkinkan kita membedakan diri dan yang menarik bagi sikap angkuh di dalam diri kita semua; produk yang berhubungan dengan selera, pengasuhan, gaya hidup yang anggun, budaya, dan apa yang disebut “pasar pikiran”. Termasuk disisni adalah makanan berselera tinggi, anggur, produk dan jasa dekorator dan desainer, lukisan, ukiran, dan seni pentas seperti balet, opera, konser simfoni, dan drama.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Konsumen memiliki tiga sumber daya utama yang mereka gunakan dalam proses pertukaran dan melalui proses ini pemasar memberikan barang dan jasa. Secara praktis, ini berarti bahwa pemasar bersaing untuk mendapatkan uang, waktu, perhatian konsumen. Presepsi konsumen mengenai sumber daya yang tersedia mungkin memepengaruhi kesediaan untuk menggunakan uang atau waktu untuk produk.
B. Saran
a) Pemasar harus menekankan pentingnya mengetahui siapa yang mempunyai uang
b) Perusahaan dapat mengembangkan mengenai peranan pendapatan dalam menentukan pengeluaran keseluruhan produk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar