NPM : 11209375
Kelas : 3EA12
BAB I
PENDAHULUAN
2.1. Pengertian Pembelian
Pembelian didefinisikan sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan atas barang atau jasa yang diperlukan oleh perusahaan dan dapat diterima tepat pada waktunya dengan mutu yang sesuai serta harga yang menguntungkan.
a. Saat pemesanan
Saat pemesanan sangatlah tergantung pada kualitas barang yang masih ada, rata-
Rata tingkat pemakaiannya dan jangka waktu pemesanan.
b. Jumlah yang dipesan
Jumlah yang dipesan ditetapkan secara matematis dan juga menurut kebijaksanaan
untuk medapatkan kuantitas pesanan-pesanan ekonomis.
c. Rekanan
Dalam menetapkan pilihan rekanan mesti dikaitkan pada harga, syarat pembayaran,
kualitas keandalan lokasi saat penyerahan yang dijanjikan.
2.1.1. Arti dan Maksud Pembelian
Menurut Manulang Pembelian terjadi untuk memenuhi kebutuhan
dan pemenuhan kebutuhan tersebut ada dua macam, yaitu untuk dikonsumsi dan
untuk dijual kembali.
2.1.2. Jenis-jenis Pembelian
Menurut sifat Manulang pembelian Dibagi dalam tiga macam pembelian, yaitu:
1) Hand-To-Mouth Buying (Pembelian yang Teratur)
Yaitu pembelian yang didasarkan atas besarnya kebutuhan sekarang. Maksudnya
adalah untuk mencegah kerugian/keburukan yang diakibatkan oleh adanya
persediaan bahan yang berlebih di gudang dan penggunaan modal dapat digunakan
dengan sebaik-baiknya.
2) Speculative Purchasing (Pembelian Spekulatif)
Yaitu pembelian yang tidak didasarkan karena perlunya bahan itu dipergunakan
Dalam proses produksi sekarang, tetapi didasarkan karena suatu motif untuk
Mendapatkan keuntungan akan naiknya harga bahan pada waktu yang akan
datang.
3) Forward Buying (Pembelian Sebelumnya)
Yaitu pembelian untuk memenuhi tersedianya bahan mentah secara continue agar
perusahaan tidak sampai terganggu aktivitasnya karena tidak tersedianya
bahan baku pada waktunya.
2.4 Pentingnya Fungsi Pembelian
Management audit bisa digunakan untuk mengevaluasi organisasi secara keseluruhan ataupun fungsi tertentu dalam organisasi, untuk menentukan apakah perusahaan sudah memperoleh efisiensi biaya yang maksimum dari yang telah dilaksanakan oleh fungsi tersebut selama ini. Penelitian ini menjadikan fungsi pembelian sebagai sasaran audit.
Fungsi pembelian sering dianggap sebagai bagian yang paling penting dan berpengaruh, bahkan bisa dikatakan sebagian besar proses bisnis berasal dari kegiatan pembelian. Alasan yang sangat fundamental untuk membahas fungsi pembelian ialah karena dalam bidang ini pemborosan mudah terjadi, baik karena perilaku yang disfungsional maupun karena kurangnya pengetahuan dalam berbagai aspek pembelian bahan, sarana, prasarana dan suku cadang yang diperlukan perusahaan.
Pandangan ini menurut Siagian mudah dipahami karena dalam proses produksi perusahaan memerlukan bahan baku. Tidak banyak perusahaan yang menguasai sendiri bahan baku yang diperlukan untuk diolah lebih lanjut menjadi produk jadi, sehingga bisa disimpulkan bahwa tidak ada satupun bentuk atau jenis perusahaan yang tidak terlibat dengan fungsi pembelian. Pengalaman banyak perusahaan bahwa biaya untuk menghasilkan suatu produk mungkin mencapai sekitar lima puluh persen dari harga jual produk, menjadikan fungsi pembelian sebagai sumber pemborosan apabila tidak diselenggarakan dengan baik dan sumber penghematan yang akan memperbesar laba perusahaan apabila dilakukan dengan teliti dan cermat.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa pembelian merupakan area yang penting yang dikemukkan Brow dkk. Yaitu:
1. Fungsi pembelian memiliki tanggung jawab untuk mengelola masukan perusahaan pada pengiriman, kualitas dan harga yang tepat, yang meliputi bahan baku, jasa dan sub-assemblies untuk keperluan organisasi.
2. Berbagai penghematan yang berhasil dicapai lewat pembelian secara langsung
direfleksikan pada lini dasar organisasi. Dengan kata lain, begitu penghematan
harga dibuat, maka akan mempunyai pengaruh yang langsung terhadap struktur
biaya perusahaan. Sehingga sering dikatakan bahwa penghematan pembelian 1%
ekivalen dengan peningkatan penjualan sebesar 10%.
3. Pembelian dan suplai material mempunyai kaitan dengan semua aspek operasi
manajemen.
Bagaimana cara sebuah perusahaan dalam mengendalikan strategi pengadaan barangnya akan mempunyai pengaruh langsung terhadap bagaimana perusahaan tersebut menjalankan bisnisnya. Pembelian yang baik juga perlu menjadi perhatian untuk organisasi-organisasi non profit dan pemerintah. Berbagai tekanan yang berkaitan dengan kurangnya dana yang tersedia dan besarnya biaya, mendorong organisasi-organisasi tersebut untuk beroperasi seefisien mungkin dengan biaya seminimum mungkin
Dengan demikian, apapun jenis dan ukuran perusahaannya, pembelian yang dilaksanakan dengan ekonomis dan efektif amat diperlukan dalam upaya mencapai kondisi perusahaan yang sehat karena pembelian merupakan kegiatan yang memerlukan pengerahan sumber daya dalam jumlah besar.
2.5 Tugas dan tanggung jawab fungsi pembelian
Pada dasarnya peran fungsi pembelian adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan pada waktu, harga dan kualitas yang tepat. Assauri menjabarkan tanggung jawab bagian pembelian sebagai berikut:
1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan pembelian bahan-bahan agar rencana operasi
dapat dipenuhi dan pembelian bahan-bahan tersebut pada tingkat harga dimana
perusahaan akan mampu bersaing dalam memasarkan produk.
2. Bertanggung jawab atas usaha-usaha untuk dapat mengikuti perkembangan bahan-
bahan baru yang dapat meguntungkan dalam proses produksi, perkembangan
dalam desain, harga dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi produk
perusahaan, harga serta desainnya.
4. Bertanggung jawab untuk menurunkan investasi atau meningkatkan perputaran
bahan, yaitu dengan penentuan skedul arus bahan ke dalam pabrik dalam jumlah
yang cukup untuk memenuhi kebutuhab produksi.
5. Bertanggung jawab atas kegiatan penelitian dengan menyelidiki data-data dan
perkembangan pasar, perbedaaan sumber-sumber penawaran (supply) dan
memeriksa pabrik suplier untuk mengetahui kapasitas dan kemampuannya dalam
memenuhi kebutuhan-kebutuhan perusahan
6. Bertanggung jawab atas pemeliharaan bahan-bahan yang dibeli setelah diterima
dan bertanggung jawab atas pengawasan persediaan.
Tugas-tugas yang dilakukan bagian pembelian dalam memenuhi tanggung jawab tersebut diatasb antara lain:
1. Melakukan pembelian bahan-bahan secara bersaing atas dasar nilai yang
ditentukan tidak hanya pada harga yang tepat tetapi juga pada waktu yang tepat, serta jumlah dan mutu yang tepat pula.
2. Membantu pemilihan bahan-bahan dengan melakukan penyelidikan.
3. Melaksanakan usaha-usaha pencarian paling sedikit dua sumber suplai.
4. Mempengaruhi tingkat persediaan terendah.
5. Menjaga hubungan baik dengan suplier.
6. Melakukan kerjasama dan koordinasi yang efektif dengan fungsi-fungsi lainnya
Dalam perusahaan
7. Meneliti keadaan perdagangan pasar.
8. Membeli seluruh bahan-bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan tepat waktu
sehingga tidak menganggu rencana produksi dari perusahaan tersebut.
Galloway dkk. (2000:305) mendefinisikan tujuan dan tanggung jawab departemen pembelian adalah meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Memilih, mengevaluasi dan mengembangkan sumber-sumber untuk bahan dan jasa
yang dibutuhkan oleh perusahaan.
2. Memelihara dan membangun relasi dengan suplier yang berkenaan dengan kualitas, pengiriman, pembayaran dan pengembalian.
3. Mencari bahan dan produk baru, serta sumber-sumber baru untuk memperoleh bahan dan produk yang lebih baik yang mungkin bisa digunakan oleh perusahaan di masa yang akan datang.
4. Melakukan negosiasi dan memperoleh bahan baku, peralatan, barang dan jasa pada
harga yang mencerminkan the best value for money.
5. Ikut berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas untuk reduksi biaya.
6. Memelihara sistem komunikasi yang efektif dan melakukan konsultasi secara rutin
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PROSEDUR PEMBELIAN
Kebutuhan akan informasi dari suatu perusahaan, terutama informasi keuangan, sangat dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak – pihak diluar perusahaan, seperti kerditur, calon investor, kantor pajak, dan lain – lain memerlukan informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka.
Sedangkan pengertian pembilian itu sendiri menurut Soemarso S. R adalah
“ Pembelian adalah akun yang digunakan untuk mencatat semua pembelian barang dagang suatu periode”.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pembelian merupakan kegiatan yang dilakukan untuk pengadaan barang yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan usahanya dimulai dari pemilihan sumber sampai memperoleh barang.
Beberapa fungsi yang terkait dan memiliki wewenang dalam melaksanakan transaksi pembelian:
1. Fungsi Gudang
Dalam prosedur pembelian, fungsi gudang bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada digudang dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan.
2. Fungsi Pembelian
Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai informasi harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, dan menegeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
3. Fungsi Penerimaan
Fungsi penerimaan bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok guna menentukkan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa bagian – bagian yang terkait memiliki tanggung jawab dan tugas yang berbeda dalam melakukan transaksi pembelian.
B. Dokumen Yang Digunakan Pada Prosedur Pembelian
Dalam melakukan prosedur pembelian tentu saja memerlukan dokumen guna menjamin keandalan dan tingkat ketelitian dalam pembelian. Adapun dokumen yang digunakan dalam prosedur pembelian adalah:
1. Surat Permintaan Pembeliaan. Surat permintaan pembeliaan ini dikeluarkan oleh fungsi gudang setelah mengetahui jumlah jenis persediaan harus dilakukan pemesaan kembali dan surat ini disertai pula otorisasi oleh fungsi gudang.
2. Surat Order Pembelian. Surat order pembelian dilakukan setelah mendapatkan penawaran harga terhadap barang yang akan dibeli dari pemasok.
Semua dokumen dalam transaksi pembelian sangat dibutuhkan sebagai alat yang membantu keandalan dan tingkat ketelitian sebagai bukti terjadinya transaksi pembelian.
C. Fungsi Yang Terkait Pada Prosedur Pembelian.
Untuk melaksanakan transaksi pembelian dalam perusahaan, fungsi – fungsi yang dibentuk adalah: fungsi gudang, fungsi pembelian, fungsi penerimaan, dan fungsi akuntansi.
D. Jaringan Prosedur Pembelian
Dalam melakukan prosedur pembelian perlu dilakukan jaringan prosedur yang merupakan tahapan – tahapan proses terjadinya transaksi pemebelian.beberapa prosedur pembeliaan yaitu:
1. Prosedur Permintaan Pembeliaan
Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam fomulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian.
2. Prosedur Permintaan Penawaran Harga dan Pemilihan Pemasok
Dalam prosedur iini, fungsi pembelian mengirim surat permintaan penawaran harga kepada pemasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain, untuk memungkinkan pemilihan pemasokan barang yang diperlukan oleh perusahaan.
3. Prosedur Order Pembelian
Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirim order pembelian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukkan kepada unit – unit organisasi dalam perusahaan mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan.
Jaringan Prosedur diatas dapat disimpulkan bahwa Prosedurtersebut dilakukan secara terpisaholeh setiap fungsi yang saling terkait. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan wewenang, tanggung jawab serta menjaga kekayaan perusahaan, keakuratan dan keandalan transaksi.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah melihat pelaksaan prosedur Pembelian dengan menggunakan jaringan prosedur pembelian, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dokumen – dokumen yang terkait sudah sesuai dengan prosedur pembelian yang disyaratkan, adanya surat permintaan pembelian, surat penawaran harga, surat order pembelian, dan sebagainnya.
2. Penggunan jaringan prosedur pembelian tidak semua berjalan dengan mulus. Adakalanya terjadi kesalahan, kekurangan atau penyimpangan, sehingga keadaan tersebut akan menjadi masalah bagi kelancaran kegiatan ekspor dan impor. Tetapi dalam prosedur pembelian diatas jarang terjadi kesalahan atau penyimpangan, seandainya terjadi penyimpangan sperti salah ketik dalam penulisan asal negara pengekspor jumbo drillsandvik.
B. SARAN
Sebagai penutup dari penulis mengemukkan saran yang dipandang perlu uintuk membantu perbaikan dari kelemahan yang ada khususnya yang berhubungan dengan kegiatan pembelian.
Diperlukan dokumen dan penulisan yang jelas dari negara pengekspor jumbo drill sandvik agar tidak terjadi kesalahan dalam pengetikkan, sehingga adanya keakuratan dan ketelitian dalam transaksi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar