DUNIA bakal menghadapi mimpi buruk pada tahun 2050 dengan menghilangnya ikan-ikan di samudra, bila tidak ada restrukturisasi mendasar dari industri perikanan, seorang pakar PBB mengatakan hal itu, Senin (17/5).
"Jika berbagai perkiraan kami telah diterima ... jadi kenyataan, maka kita berada dalam situasi di mana 40 tahun ke depan, secara efektif, kita akan kehabisan ikan," ujar Pavan Sukhdev, kepala inisiatif ekonomi hijau Program Lingkungan PBB, kepada wartawan di New York.
Sebuah laporan Green Ekonomi yang dikeluarkan tahun ini oleh UNEP dan para ahli, menyatakan bencana ini dapat dihindari jika subsidi untuk armada perikanan dipangkas dan ikan diberi zona perlindungan.***
Sabtu, 02 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar