|
Jumat, 03 Mei 2013
Block Style
Senin, 09 April 2012
Penalaran dan Silogisme
Silogisme adalah penarikan konklusi secara deduktif tidak langsung yangkonklusinya ditarik dari premis yang disediakan sekaligus.Hal yang paling penting yakni bahwa silogisme dan bentuk-bentuk inferensi yang lain, persoalan kebenaran serta ketidakbenaran pada premis-premis tidakpernah timbul. Hal itu disebabkan oleh premis-premis selalu diambil yang benar.Akibatnya, konklusi sudah dilngkapi oleh hal-hal yang benar. Dengan perkataanlain, silogisme hanya mempersoalkan kebenaran formal (kebenaran bentuk) dantidak lagi mempersoalkan kebenaran material (kebenaran isi). Silogisme inilahsebenarnya inti dari logika.
B. Struktur Silogisme
Sebuah silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu dua proposisi yangdisajikan dan sebuah proposisi yang ditariknya. Proposisi yang disajikan dinamaipremis mayor dan premis minor, sedangkan kesimpulannya dinamai konklusi.Setiap proposisi terdiri atas dua term. Oleh karena itu, silogisme harusmempunyai enam term. Sebenarnya, silogisme hanya memiliki tiga term, karenauntuk masing-masing dinyatakan dua kali. P konklusi disebut term mayor, sedangS-nya disebut term minor, dan term yang sama-sama terdapat pada keduaproposisi disebut term pnengah. Term penengah ini merupakan factor terpentingdalam silogisme, karena penyebab kedua premis dapat saling berhubungansehingga menghasilkan konklusi. Dengan perkataan lain, term penengahmenetapkan hubungan term mayor dengan term monir.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam silogisme yaitu:
(1) Premis mayor disajikan terlebih dahulu, lalu diikuti premis minor;
(2) term penengah dilambangkan oleh M;
(3) term mayor dilambangkan oleh P;
Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:
Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
∴ Akasia membutuhkan air (Konklusi)
Hukum-hukum Silogisme Katagorik.
• Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
Contoh:
Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
∴ Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).
• Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.
Contoh:
Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
Sebagian pejabat korupsi (minor).
∴ Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).
• Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.
Contoh:
Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
Bambang adalah politikus (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).
• Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.
Contoh:
Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
Kucing bukan bunga mawar (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan
• Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.
• Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.
Contoh:
Kerbau adalah binatang.(premis 1)
Kambing bukan kerbau.(premis 2)
∴ Kambing bukan binatang ?
Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif
• Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.
Contoh:
Bulan itu bersinar di langit.(mayor)
Januari adalah bulan.(minor)
∴ Januari bersinar dilangit?
• Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.
Contoh:
Kucing adalah binatang.(premis 1)
Domba adalah binatang.(premis 2)
Beringin adalah tumbuhan.(premis3)
Sawo adalah tumbuhan.(premis4)
Dari premis tersebut tidak dapat diturunkan kesimpulannya
Silogisme Hipotetik
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh:
Jika hujan saya naik becak.(mayor)
Sekarang hujan.(minor)
∴ Saya naik becak (konklusi).
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.
Contoh:
Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
Sekarang bumi telah basah (minor).
∴ Hujan telah turun (konklusi)
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.
Contoh:
Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa.
∴ Kegelisahan tidak akan timbul.
• Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
Contoh:
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
Pihak penguasa tidak gelisah.
∴ Mahasiswa tidak turun ke jalanan.
Hukum-hukum Silogisme Hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:
• Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
• Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
• Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
• Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh:
Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Nenek Sumi berada di Bandung.
∴ Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Contoh entimen:
• Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
• Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.
Silogisme Disjungtif
Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. Silogisme ini ada dua macam yaitu:
• Silogisme disyungtif dalam arti sempit
Silogisme disjungtif dalam arti sempit berarti mayornya mempunyai alternatif kontradiktif. Contoh:
Heri jujur atau berbohong.(premis1)
Ternyata Heri berbohong.(premis2)
∴ Ia tidak jujur (konklusi).
• Silogisme disjungtif dalam arti luas
Silogisme disyungtif dalam arti luas berarti premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif. Contoh:
Hasan di rumah atau di pasar.(premis1)
Ternyata tidak di rumah.(premis2)
∴ Hasan di pasar (konklusi).
Hukum-hukum Silogisme Disjungtif
• Silogisme disjungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid.
Contoh:
Hasan berbaju putih atau tidak putih.
Ternyata Hasan berbaju putih.
∴ Hasan bukan tidak berbaju putih.
• Silogisme disjungtif dalam arti luas, kebenaran konklusinya adalah
1. Bila premis minor mengakui salah satu alternatif, maka konklusinya sah (benar).
Contoh:
Budi menjadi guru atau pelaut.
Budi adalah guru.
∴ Maka Budi bukan pelaut.
1. Bila premis minor mengingkari salah satu alternatif, maka konklusinya tidak sah (salah).
Contoh:
Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogyakarta.
Ternyata tidak lari ke Yogyakarta
∴ Dia lari ke Solo?
Konklusi yang salah karena bisa jadi dia lari ke kota lain
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. Contoh:
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
∴ Jika dipanaskan, logam memuai.
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
• Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
• Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Selasa, 20 Desember 2011
proses keputusan pembelian
BAB 1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG MASALAH
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang. Konsumen dalam menentukan keputusan dalam pembelian ada beberapa proses yang mendasari pengambilan keputusan yaitu :
1. Pengenalan masalah (problem recognition) konsumen akan membeli suatu produk
Sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya..
2. Pencarian informasi (information scure) setelah memahami masalah yang ada,
konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan
permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Pencarian informasi dapat
berasal dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal)
3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai
macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi
permasalahan yang dihadapinya.
4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa
alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian.
Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan
menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang
perlu dipertimbangkan.
5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang
dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian.
Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk
tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan
konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan
selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan.
Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan
harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.
Factor-faktor yang mempengarui Terdapat 4 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.2. Pengertian Konsumen
Secara teori konsumen melalui seluruh lima tahap pada tiap pembelian. Tapi pada pembelian rutin, konsumen terkadang melewatkan atau membalik beberapa tahap itu. Seorang wanita yang kadang membeli pasta gigi merek yang biasa digunakannya akan mengenali kebutuhan tetapi dia akan bergerak langsung ke proses pembelian, dengan melewatkan pencarian informasi dan mengevaluasi alternatif. Pertimbangan yang muncul pada saat konsumen menghadapi situasi pembelian baru bisa bersifat kompleks.
Pengenalan Kebutuhan
Proses pembelian bermula dari pengenalan kebutuhan (need recognition)-pembelian mengenali permasalahan atau kebutuhan. Pembeli merasakan adanya perbedaan antara keadaan aktual dan sejumlah keadaan yang diinginkan. Kebutuhan itu dapat dipicu oleh stimulus internal ketika salah satu kebutuhan normal-lapar, haus, seks, naik ke tingkatan yang cukup tinggi sehingga menjadi pendorong.
2.2.1. Pencarian Informasi
Konsumen yang tergerak mungkin mencari dan mungkin pula tidak mencari informasi tambahan. Jika dorongan konsumen kuat dan produk yang memenuhi kebutuhan berada dalam jangkauannya, ia cenderung akan membelinya. Jika tidak, konsumen akan menyimpan kebutuhan itu kedalam ingatan atau mengerjakan pencarian informasi yang berhubungan dengan kebutuhan itu.
2.2.2. Pengevaluasian Alternatif
Kita telah mempejari cara konsumen menghasilkan informasi yang menghasilkan sekumpulan merek-merek yang akhirnya dipilih. Bagaimana cara konsumen memilih dari alternatif merek yang ada? Pemasar perlu memahami proses pengevaluasian alternatif-yakni, cara konsumen memproses informasi yang menghasilkan berbagaipilihan merek. Sayangnya, konsumen tidak melakukan satu evaluasi secara tunggal dan sederhana, tetapi konsumen mungkin melakukan beberapa proses avaluasi.
2.2.3. Keputusan Pembelian
Di tahap pengevaluasian, konsumen menyusun peringkat merek dan membentuk kecenderuangan (niat) pembelian. Secara umum, keputusan pembelian konsumen akan membeli merek yang paling disukai, tetapi ada dua faktor yang muncul diantara kecenderungan pembelian dan keputusan pembelian. Faktor pertamaadalah sikap orang lain. Jika suami Anna Flores sangat merasa Anna harus membeli kamera yang harganya paling murah, maka kesempatan Anna membeli kamera mahal akan berkurang.
2.2.4. Perilaku Setelah Pembelian
Pekerjaan pemasar tidak hanya berhenti pada saat produk dibeli. Setelah membeli produk, konsumen akan merasa puas atau tidak puas dan akan masuk ke perilaku setelah pembelian yang penting diperhatikan oleh pemasar. Apa yang menentukan pembeli puas atau tidak puas terhadap pembeliannya? Jawabnya terletak pada hubungan antara harapan konsumen dan kinerja produk uang dirasakan. Jika produk jauh di bawah harapan konsumen, maka konsumen kecewa; jika produk memenuhi harapannya, konsumen terpuaskan, jikamelebihi harapannya, maka konsumen akan merasa sangat senang.
Factor-faktor yang mempengarui Terdapat 4 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan pembutan keputusan :
1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk
mencapai tujuan tertentu.
2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau
kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap
rangsangan tersebut.
3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri
seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi
merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang
untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk
tidak membeli produk tersebut
BAB III
PENUTUP
Disini penulis dapat memberikan sebuah kesimpulan bahwah sebuah keputusan dalam pembelian suatu produk sepatu sangat bergantung pada kebutuhan dan sumber informasi dan pihak external maupun internal juga sangat berpengaruh dalam hal keputusan pembelian produk sepatu tersebut disini akan menjadi keputusan yang sangat sulit karena ada nya promosi dan diskon yang sangat tinggi dan tuntutan kebutuhan atau trend tentang produk sepatu selepas itu pihak eksternal juga mampu menpengarui pembelian dari informasi yang diberikan setelah pemakaian produk tertentu disini juga konsumen sebelum melakukan keputusan dalam pembelian juga ada alternative yang dapat ia pilih yaitu produk yang lain yang sama bentuk dan jenis yang diinginkan jika keuangan kurrang mencukupi untuk membeli salah satu merek yang di inginkan.
Jumat, 04 November 2011
kelas : 3EA12
npm : 11209375
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Pengertian Sumber Daya Ekonomi
Keputusan konsumen sehubungan dengan produk dan merek sangat dipengaruhi oleh sumber daya ekonomi yang mereka punya atau mungkin mereka punyai padamasa datang. Untuk menjadi konsumen diperlukan uang. Kartu kredit juga memadai. Di dalam era yang lebih awal, barter – pertukaran barang dengan barang – barang dilakukan. Barter masih penting di dalam masyrakat yang kurang maju dan hingga batas tertentu di dalam ekonomi bawah tanah dari masyarakat maju. Di dalam bab ini, saya mengkonsentrasikan analisis saya pada uang. Namun, ada “ ekonomi informal” yang besar dimana orang membarter atau membeli barang dan jasa dengan cara yang kerap lolos dari pembuatan catatan dan mungkin pajak.”Pemakaian berat”ekonomi informal adalah orang yang kaya, berpendidikan tinggi, dan termasuk muda.
Sumber daya ekonomi seperti pendapatan atau kekayaan adalah variabel pertama yang harus dianalisis di dalam studi perilaku konsumen, dengan studi yang dirunut kembali hingga tahun 1672. Studi pertama, dengan basis statistik yang layak, diterbitkan oleh Ernest Engel pada tahun 1857. Hubungan antara menjadi populer sebagai “Engel’s Laws of Consumption” (kaidah Engel mengenal Konsumsi). Kaidah tersebut mengandung empat proporsi mengenai hubungan antara pendapatan keluarga dan proporsisi yang dinelanjakan untuk kategori seperti makanan, pakaian, pondokan, dan lain – lain (pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan sebagainya).
Perubahan besar terjadi sepanjang waktu pada pengeluaran dasar keluarga, bergantung kepada perkembangan ekonomi atau pendapatan keluarga. Proporsi anggaran yang dihabiskan untuk makanan dan pakaian turun secara dramatis, menyisakan uang untuk dan untuk kategori luas yang serupa dengan milik Engel. Kategori yang belakangan inilah yang membuat pemasaran dinamis dan pengertian akan konsumen menjadi tantangan yang sangat penting. Negara – negara yamg kurang berkembang di dunia ini mungkin memiliki pola pengeluaran yang lebih menyerupai gambar figur.
1.2. Kepercayaan Konsumen
Harapan konsumen mengenai pendapatan masa datang menjadi variabel penting dalam meramalkan perilaku konsumen. Walaupun pendapatan individu sekarang menentukkan apa yang mungkin dibeli, harapan mengenai pendapatan masa datang kerap mempengaruhi apa yang sebenarnya dibeli, khususnya sewaktu menganalisis pembelian mobil, peralatan besar, dan barang tahan lama lainnya.
Ukuran kepercayaan konsumen dilaporkan secara berkala oleh berbagai pelayan data, seperti Conference Broad. Dalam ini sangat penting bagi para pemasar untuk membuat keputusan inventaris. Selama musim panas yang lalu, misalnya, pengecer utama memeriksa secara cermat kepercayaan konsumen mengenai kondisi ekonomi yang akan datang guna menempatkan pesanan inventaris untuk musim penjualan liburan. Bulan November dan Desember bertanggung jawab untuk lebih dari setengah penjualan dan laba dari banyak jenis pengecer. Bila inventaris terlalu rendah, penjualan akan luput. Bila inventaris terlalu tinggi, potongan harga mungkin diperlakukan lebih awal musim dan begitu dalam sehingga hanya sedikit laba yang akan terwujud. Jadi, kepercayaan konsumen merupakan variabel penting di dalam keputusan pemasar dan penyuplai mereka.
1.3. Pendapatan
Kadang agak kurang jelas pendapatan siapa yang merupakan variabel kritis yang mempengaruhi pembelian. Kebanyakan penelitian mengenai perilaku konsumen berfokus pada individu, namun sumber daya ekonomi biasanya dibagi dengan orang lain, di dalam keluarga atau rumah tangga. Survai konsumen kerap membahas sepenuhnya perilaku individu, kecuali di dalam bagian demografik, di mana pertanyaan mengenai sumber daya menanyakan tentanng pendapatan keluarga atau rumah tangga. Ini adalah masalah kelayakan dalam pengumpulan data, karena kecilnya proporsi orang yang pendapatannya dapat dipisahnkan dari pendapatn keluarga atau rumah tangga. Ingat sebagian masalah yang terlibat di dalam masalah ini. Walaupun treand – nya adalah ke arah penekanan yang lebih lebih besar pada rumah tangga, banyak survai masih mengajukkan pertanyaan mengenai sumber daya denmgan terminologi seperti” pendapatan keluarga anda tahun lalu sebelum kena pajak.”
Konsep pendapatan per kapita digunakan untuk mengembangkan pengertian yang lebih baik mengenai peranan pendapatan dalam menentukkan pengeluaran keseluruhaan untuk berbagai produk. Dalam penelitian ini, pendapatan per kapita, yang disesuaikan menurut jumlah anggota keluarga, mungkin meningkatkan kemungkinan permalan pembelian karen aberhubungan dengan pendapatan. Bureau of Economic Analysis melaporkan bahwa rata – rata pendapatan per kapita untuk orang Amerika adalah $15.340 pada tahun 1987. Pendapatan di negara bagian terkaya, Connecticut, lebih dari dua kali pendapatan negara bagian termiskin, Mississippi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sumber Daya Ekonomi
Potensi sumber daya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi daerah pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumber daya yang memiliki daerah baik tergolong pada sumber daya alam(natural resources/endowment factors) maupun potensi sumber daya manusia yang dapat memberikan (benefit) srta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayah.
Potensi sumber daya ekonomi khusunya sumber daya alam (natural resource/endowment factors)pada prinsipnya dikategotikan menjadi 3 bagian, meliputi:
a. Sumber daya yang tidak pernah habis (renewable – perpectual resources)
Jenis sumber daya alam yang masuk kategori ini selalu tersedia sepanjang waktu, dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. Contohnya: lahan pertanian, sinar matahari, angin, gelombang laut(tergolong sebagai sumber daya energi)dan sebagainya.
Pemanfaatkan jenis sumber daya alam seperti ini pada dasarnya dapat diekspoitasi sesuai dengan tingkat kebutuhan manusia sepanjang masa. Sumber daya ini secara umum bersifat permanen, namun demikain jenis sumber daya ini tidak dapat diproduksi oleh manusia.
Sehubungan dengan itu, tingkat ketergantungann terhadap sumber daya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumber daya alam ini. Misalnya, penggunaan energi sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
b. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non – renewable or exhaustible resources).
Jenis sumber daya ini pada dasarnya meliputi sumber daya alam yang mensuplai energi seperi minyak, gas alam, uranium, batubara serta mineral yang non energi seperti tembaga, nikel, almunium dan lain – lain.
Sumber alam jenis ini adalah sumber daya alam dalam jumlah yang tetap berupa deposit mineral (mineral deposits) diberbagai tempat dimuka bumi. Sumber daya alam ini bisa habis baik karena sifatnya yang tidak bisa diganti oleh proses alam maupun karena proses penggantian alamiahnya berjalan lebih lamban dari jumlah.
c. Sumber daya alam yang pontesial untuk diperbaharui (pontetially renewable resources).
Kategori sumber daya alam ini tergolong sumber daya alam yang bisa habis jangka pendek jika dilakukan dan dicemari secara cepat, namun demikian lambat laun akan dapat diganti melalui proses alamiah misalnya: pohon – pohon dihutan, rumput di padang rumput, deposit air tanah, udara segar dan lain – lain.
Sumber daya alam ini keberadaannya harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam kerangka untuk mendorong, mempercepat dan menunjang proses pembangunan wilaya. Namun demikian penting untuk diperhatikan aspek ketersediaan termasuk daya dukungnya terhadap mobilitas pembangunan daerah, karena apabila sumberdaya alam dengan 3 kategori ini dimanfaatkan dengan tidak bijaksana dan arif maka sudah barang tentu stagnasi dan kemunduran dinamika pembangunan ekonomi wilayah akan semakin cepat menjelma atau merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.
B. Pengeluran dan Pendapatan
Pembelian yang erat berhubungan dengan pendapatan. Mengetahui tingkat pengeluaran umumdan menghubungkan dengan tingkat pendapatan target pasar suatu perusahaan dapat memberikan estimasi mengenai pontesial pasar di dalam kategori produk. Dari sumebr lain (seperti Census of Rentailing, Census of Service, dan seterusnya), jumlah penyuplai dapat diperoleh untuk menilai prestasi penjualan dari perusahaan individual atau untuk meramalkan penjualan yang mungkin diperoleh dengan memasuki pasar.
Sumber paling komprehensif dari data mengenai kebiasaan belanja adalah Comsumer Expenditure Survey of the Bureau of Labor Statistics (BLS), yang sudah dijalankan secara berkala sejak tahun 1968. Dengan menggunakan buku harian konsumen, dua jenis data dikumpulkan. Produk murah yang kerap dibeli (makanan dan minuman, produk perawatan pribadi, suplai rumah tangga, dan sebagainya)diukur selama 2 minggu. Dikumpulkan pula survai terpisah (setiap kuartal) yang meminta konsumen untuk mengingat pengeluaran selama 3 bulan terakhir untuk barang yang relatif mahal seperti perlengkapan rumah, tanah, mobil, sewa dan sebagainya. Selain pendapatan, data dapat diklasifikasikan menurut usia penghuni rumah, tempat pembelian (restoran atau toko pangan)dan variabel sosial, demografi, atau ekonomi lain yang mendeskripsikan keluarga. Pada dasawarsa ini, jumlah yang dibelanjakan untuk perumahan dan transportasi meningkat sedikit dengan penurunan kecil dalam jumlah yang dibelanjakan untuk makanan dan pakaian. Pembagian pengeluaran yang ditunjukkan opada asuransi jiwa, pensiun, dan asuransi pribadi tetap konstan.
C. Ramalan Pasar Melalui Subpasar
Permintaan menurut kategori produk dapat diramalkan oleh pembagian data keseluruhan ke dalam subpasar. Metode peramalan mensimulasikan pasar masa datang dengan mengasumsikan bahwa perilaku pembelian individu di dalam subpasar tetap konstan sepanjang waktu, tetapi bahwa jumlah orang di dalam subpasar berubah sepanjang waktu. Dibawah ini asumsi konsistensi perilaku (behavioral consistency), seorang pria berusia 45 tahun pada masa datang mungkin mempunyai kebutuhan dasar yang sama dengan pria usia 45 tahun sekarang ini. Jadi, dengan mengetahui pola pengeluaran dari subpasar pada masa datang berdasarkan variabel usia atau variabel lain yang relevan, ramalan yang berguna atau setidaknya simulasi dimungkinkan untuk permintaan keseluruhan menurut kategori produk pada masa datang.
Usia, jenis rumah tangga, dan pendidikan adalah faktor terpenting yang mempengerahui pendapatan, walaupun ada target pasar yang menarik di dalam setiap kategori. Namun, sewaktu meramalkan permintaan atau menyeleksi target pasar, variabel lain mungkin menghasilkan in formasi yang jauh lebih tepat. Ukuran seperti ini mencakupi pendapatan sesudah pajak, pendapatan yang leluasa digunakan, pendapatan per kapita, pendapatan pribadi, dan pendapatan per anggota rumah tangga dan juga nilai netto atau ukuran kekayaan lain.
D. Pasar yang Kaya
Semakin banyak pemasar menargetkan rumah tangga yang kaya, yang juga disebut”Pasar Atas”(up market), yang umumnya didefinisikan sebagai kuartil populasi dengan pendapatan atas. Dua puluh lima persen dari rumah tangga ini mengandalkan lebih dari 40 persen daya beli. Pasar atas mungkin merupakan rumah tangga dengan pendapatan ganda, dibatasi oleh waktu (khususnya bila ada anak), dan menekankan kualitas dalam preferensi produk mereka. Laporan khusus mengenai target ini yang dibuat oleh Manajemen Horizons, Devisi dan Price Wterhouse, menyimpulkan bahwa presentase besar pembelian dibuat oleh kelompok ini untuk produk seperti busana pria, perabot, alat elektronik, dan hiburan dirumah, perlengkapan rumah, barang pecah belah, perhiasan dan peralatan, perangkat keras, dan bahan bangunan.
E. Sumber Daya Ekonomi Yang Lain
Sumber daya ekonomi lain di luar pendapatan juga mempengaruhi perilaku konsumen. Yang paling penting adalah kekayaan (nilai bersih) dan kredit.
Kekayaan, yang diukur menurut aset atau nilai bersih, berkolerasi dengan pendapatan. Variasi primer adalah konsumen tua cenderung memiliki proposi kekayaan yang lebih besar dibandingkan konsumen yang lebih muda. Pada tahun 1980, terdapat 574.342 milioner di Amerika Serikat, dan jumlah tersebut bertambah sangat besar sejak saat itu. Rata – rata milioner tersebut berusia 57 tahun, dan lebih dari 95 persen mengikuti kuliah di perguruan tinggi selama sedikitnya satu tahun, dengan sekitar 4 dari 10 memiliki gelar lanjutan. Keluarga kaya menghabiskan uang mereka untuk pelayanan, perjalanan, minta, dan investasi lebih banyak daripada yang dihabiskan oleh tetangga mereka yang lebih rendah kelas sosialnya. Pengeluaran mereka untuk perlengkapan rumah, peralatan, alat hiburan, dan produk serupa tidak terlalu tinggi karena keluarga kaya biasanya berada dalam tahap yang belakangan dari siklus kehidupan dan tidak berkepentingan untuk melengkapai rumah baru atas membuat pembelian tambahan untuk peralatan besar.
Kredit memperluas sumber pendapatan, setidaknya untuk suatu periode waktu. Sebenarnya, karena biaya kredit harus dikurangi dari ketersediaan sumber daya total milik konsumen, kredit mengurangi kemampuan membeli barang dan jasa dalam jangka panjang. Meskipun begitu, orang Amerika semakin bersedia menggunakan kredit untuk perluasan sementara dari sumber daya ekonomi mereka. Kepala rumah tangga yang lebih muda lebih mungkin mendukung peminjaman daripada rumah tangga yang lebih tua. Sekitar 90 persen dari mereka yang lebih muda dari 45 tahun merasa pantas meminjam untuk pembelian mobil, dibandingkan dengan hanya 60 persen dari mereka yang berusia 65 keatas. Orang amerika paling bersedia meminjam untuk mobil, tagihan pengobatan, atau alasan pendidikan. Rumah tangga y7ang lebih muda dan mereka dengan pendapatan yang lebih tinggi lebih bersedia meminjam.
F. Perilaku Konsumen Pasar Yang Kaya
Karena kemakmuran meningkat, banyak rumah tangga, khususnya dengan dua pencarian nafkah, akan menempatkan premium atas waktu. Pelayanan pelanggan yang meningkat, ketersediaan yang segera, pengoperasian produk yang bebas dari kesulitan, dan perawatan serta servis perbaikan yang dapat diandalkan akan dihargai. Akan ada kesediaan baru untuk membayar harga untuk jasa yang menjamin untuk kerja produk dan membatasi ketidaknyamanan.
Secara umum, proyeksi pendapatan ini mengesankan bahwa pemasar harus meningkatan fokus mereka dan berkosentrasi pada kualitas yang lebih tinggi, barang dan jasa yang diberi harga lebih tinggi. Barang dan jasa yang diminta akan mencakupi:
Produk yang memudahkan pekerjaan sulit yang membosankan dan pemeliharaan rumah tangga, mengoptimalkan tugas rumah tangga, menghemat waktu, mendemontrasikan kualitas, keterandalan, daya tahan, dan kemewahaan.
Perumahan yang lebih baik termasuk rumah keluarga single dan kondominimum, yang akan menarik bagi rumah tangga suami – istri menjelang pensiun dan usia menengah yang lebih kaya. Termasuk di sini adalah perabot berkualitas, perlengkapan tetap, peralatan, dan pelayanan rumah tangga.
Produk dan jasa yang dirancang untuk meningkatan diri fisik, khususnya yang dirasa memelihara dan memulihkan kemudaaan: kosmetika, produk perawatan kulit, pemandian air mineral panas, penata rambut, konsultan busana, fasilitas olah raga, dan program diet serta kesehatan.
Produk dan jasa yang menyokong diri psikologis: konseling, pendidikan, analisis keterampilan, pelatihan manajemen stres, kegitan budaya, dan buku serta kursus peningkatan diri.
Produk yang menyokong mobilitas dan pemuasan segera: foto langsung jadi, restorann yang buka sepanjang malam, telepon dan komputer portable, pusat kesehatan gawat darurat, servis produk diseluruh dunia, tempat penyewaan, nomor 800, pusat hiburan, rumah, automed teller, dan kredit seketika.
Produk dan jasa yang akan mengamankan dan melindungi individu dan barang milik: alata pengindraan, sistem perlindungan rumah, satpam, kawasan pemukiman yang dilindungi, pelbagian jenis asuransi, perlindungan dari kebakaran dan perampokan, rencana jaminan keuangan, pemurni udara dan air, produk sanitasi.
Aktivitas hiburan dan waktu senggang, termasuk jasa yang bervariasi seperti olahraga partisipatif dan tontonan, perjalanan, dan perjudian.
Produk yang memungkinkan kita membedakan diri dan yang menarik bagi sikap angkuh di dalam diri kita semua; produk yang berhubungan dengan selera, pengasuhan, gaya hidup yang anggun, budaya, dan apa yang disebut “pasar pikiran”. Termasuk disisni adalah makanan berselera tinggi, anggur, produk dan jasa dekorator dan desainer, lukisan, ukiran, dan seni pentas seperti balet, opera, konser simfoni, dan drama.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Konsumen memiliki tiga sumber daya utama yang mereka gunakan dalam proses pertukaran dan melalui proses ini pemasar memberikan barang dan jasa. Secara praktis, ini berarti bahwa pemasar bersaing untuk mendapatkan uang, waktu, perhatian konsumen. Presepsi konsumen mengenai sumber daya yang tersedia mungkin memepengaruhi kesediaan untuk menggunakan uang atau waktu untuk produk.
B. Saran
a) Pemasar harus menekankan pentingnya mengetahui siapa yang mempunyai uang
b) Perusahaan dapat mengembangkan mengenai peranan pendapatan dalam menentukan pengeluaran keseluruhan produk.
Rabu, 12 Oktober 2011
Perilaku Konsumen
NPM : 11209375
Kelas : 3EA12
BAB I
PENDAHULUAN
2.1. Pengertian Pembelian
Pembelian didefinisikan sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan atas barang atau jasa yang diperlukan oleh perusahaan dan dapat diterima tepat pada waktunya dengan mutu yang sesuai serta harga yang menguntungkan.
a. Saat pemesanan
Saat pemesanan sangatlah tergantung pada kualitas barang yang masih ada, rata-
Rata tingkat pemakaiannya dan jangka waktu pemesanan.
b. Jumlah yang dipesan
Jumlah yang dipesan ditetapkan secara matematis dan juga menurut kebijaksanaan
untuk medapatkan kuantitas pesanan-pesanan ekonomis.
c. Rekanan
Dalam menetapkan pilihan rekanan mesti dikaitkan pada harga, syarat pembayaran,
kualitas keandalan lokasi saat penyerahan yang dijanjikan.
2.1.1. Arti dan Maksud Pembelian
Menurut Manulang Pembelian terjadi untuk memenuhi kebutuhan
dan pemenuhan kebutuhan tersebut ada dua macam, yaitu untuk dikonsumsi dan
untuk dijual kembali.
2.1.2. Jenis-jenis Pembelian
Menurut sifat Manulang pembelian Dibagi dalam tiga macam pembelian, yaitu:
1) Hand-To-Mouth Buying (Pembelian yang Teratur)
Yaitu pembelian yang didasarkan atas besarnya kebutuhan sekarang. Maksudnya
adalah untuk mencegah kerugian/keburukan yang diakibatkan oleh adanya
persediaan bahan yang berlebih di gudang dan penggunaan modal dapat digunakan
dengan sebaik-baiknya.
2) Speculative Purchasing (Pembelian Spekulatif)
Yaitu pembelian yang tidak didasarkan karena perlunya bahan itu dipergunakan
Dalam proses produksi sekarang, tetapi didasarkan karena suatu motif untuk
Mendapatkan keuntungan akan naiknya harga bahan pada waktu yang akan
datang.
3) Forward Buying (Pembelian Sebelumnya)
Yaitu pembelian untuk memenuhi tersedianya bahan mentah secara continue agar
perusahaan tidak sampai terganggu aktivitasnya karena tidak tersedianya
bahan baku pada waktunya.
2.4 Pentingnya Fungsi Pembelian
Management audit bisa digunakan untuk mengevaluasi organisasi secara keseluruhan ataupun fungsi tertentu dalam organisasi, untuk menentukan apakah perusahaan sudah memperoleh efisiensi biaya yang maksimum dari yang telah dilaksanakan oleh fungsi tersebut selama ini. Penelitian ini menjadikan fungsi pembelian sebagai sasaran audit.
Fungsi pembelian sering dianggap sebagai bagian yang paling penting dan berpengaruh, bahkan bisa dikatakan sebagian besar proses bisnis berasal dari kegiatan pembelian. Alasan yang sangat fundamental untuk membahas fungsi pembelian ialah karena dalam bidang ini pemborosan mudah terjadi, baik karena perilaku yang disfungsional maupun karena kurangnya pengetahuan dalam berbagai aspek pembelian bahan, sarana, prasarana dan suku cadang yang diperlukan perusahaan.
Pandangan ini menurut Siagian mudah dipahami karena dalam proses produksi perusahaan memerlukan bahan baku. Tidak banyak perusahaan yang menguasai sendiri bahan baku yang diperlukan untuk diolah lebih lanjut menjadi produk jadi, sehingga bisa disimpulkan bahwa tidak ada satupun bentuk atau jenis perusahaan yang tidak terlibat dengan fungsi pembelian. Pengalaman banyak perusahaan bahwa biaya untuk menghasilkan suatu produk mungkin mencapai sekitar lima puluh persen dari harga jual produk, menjadikan fungsi pembelian sebagai sumber pemborosan apabila tidak diselenggarakan dengan baik dan sumber penghematan yang akan memperbesar laba perusahaan apabila dilakukan dengan teliti dan cermat.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa pembelian merupakan area yang penting yang dikemukkan Brow dkk. Yaitu:
1. Fungsi pembelian memiliki tanggung jawab untuk mengelola masukan perusahaan pada pengiriman, kualitas dan harga yang tepat, yang meliputi bahan baku, jasa dan sub-assemblies untuk keperluan organisasi.
2. Berbagai penghematan yang berhasil dicapai lewat pembelian secara langsung
direfleksikan pada lini dasar organisasi. Dengan kata lain, begitu penghematan
harga dibuat, maka akan mempunyai pengaruh yang langsung terhadap struktur
biaya perusahaan. Sehingga sering dikatakan bahwa penghematan pembelian 1%
ekivalen dengan peningkatan penjualan sebesar 10%.
3. Pembelian dan suplai material mempunyai kaitan dengan semua aspek operasi
manajemen.
Bagaimana cara sebuah perusahaan dalam mengendalikan strategi pengadaan barangnya akan mempunyai pengaruh langsung terhadap bagaimana perusahaan tersebut menjalankan bisnisnya. Pembelian yang baik juga perlu menjadi perhatian untuk organisasi-organisasi non profit dan pemerintah. Berbagai tekanan yang berkaitan dengan kurangnya dana yang tersedia dan besarnya biaya, mendorong organisasi-organisasi tersebut untuk beroperasi seefisien mungkin dengan biaya seminimum mungkin
Dengan demikian, apapun jenis dan ukuran perusahaannya, pembelian yang dilaksanakan dengan ekonomis dan efektif amat diperlukan dalam upaya mencapai kondisi perusahaan yang sehat karena pembelian merupakan kegiatan yang memerlukan pengerahan sumber daya dalam jumlah besar.
2.5 Tugas dan tanggung jawab fungsi pembelian
Pada dasarnya peran fungsi pembelian adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan pada waktu, harga dan kualitas yang tepat. Assauri menjabarkan tanggung jawab bagian pembelian sebagai berikut:
1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan pembelian bahan-bahan agar rencana operasi
dapat dipenuhi dan pembelian bahan-bahan tersebut pada tingkat harga dimana
perusahaan akan mampu bersaing dalam memasarkan produk.
2. Bertanggung jawab atas usaha-usaha untuk dapat mengikuti perkembangan bahan-
bahan baru yang dapat meguntungkan dalam proses produksi, perkembangan
dalam desain, harga dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi produk
perusahaan, harga serta desainnya.
4. Bertanggung jawab untuk menurunkan investasi atau meningkatkan perputaran
bahan, yaitu dengan penentuan skedul arus bahan ke dalam pabrik dalam jumlah
yang cukup untuk memenuhi kebutuhab produksi.
5. Bertanggung jawab atas kegiatan penelitian dengan menyelidiki data-data dan
perkembangan pasar, perbedaaan sumber-sumber penawaran (supply) dan
memeriksa pabrik suplier untuk mengetahui kapasitas dan kemampuannya dalam
memenuhi kebutuhan-kebutuhan perusahan
6. Bertanggung jawab atas pemeliharaan bahan-bahan yang dibeli setelah diterima
dan bertanggung jawab atas pengawasan persediaan.
Tugas-tugas yang dilakukan bagian pembelian dalam memenuhi tanggung jawab tersebut diatasb antara lain:
1. Melakukan pembelian bahan-bahan secara bersaing atas dasar nilai yang
ditentukan tidak hanya pada harga yang tepat tetapi juga pada waktu yang tepat, serta jumlah dan mutu yang tepat pula.
2. Membantu pemilihan bahan-bahan dengan melakukan penyelidikan.
3. Melaksanakan usaha-usaha pencarian paling sedikit dua sumber suplai.
4. Mempengaruhi tingkat persediaan terendah.
5. Menjaga hubungan baik dengan suplier.
6. Melakukan kerjasama dan koordinasi yang efektif dengan fungsi-fungsi lainnya
Dalam perusahaan
7. Meneliti keadaan perdagangan pasar.
8. Membeli seluruh bahan-bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan tepat waktu
sehingga tidak menganggu rencana produksi dari perusahaan tersebut.
Galloway dkk. (2000:305) mendefinisikan tujuan dan tanggung jawab departemen pembelian adalah meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Memilih, mengevaluasi dan mengembangkan sumber-sumber untuk bahan dan jasa
yang dibutuhkan oleh perusahaan.
2. Memelihara dan membangun relasi dengan suplier yang berkenaan dengan kualitas, pengiriman, pembayaran dan pengembalian.
3. Mencari bahan dan produk baru, serta sumber-sumber baru untuk memperoleh bahan dan produk yang lebih baik yang mungkin bisa digunakan oleh perusahaan di masa yang akan datang.
4. Melakukan negosiasi dan memperoleh bahan baku, peralatan, barang dan jasa pada
harga yang mencerminkan the best value for money.
5. Ikut berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas untuk reduksi biaya.
6. Memelihara sistem komunikasi yang efektif dan melakukan konsultasi secara rutin
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PROSEDUR PEMBELIAN
Kebutuhan akan informasi dari suatu perusahaan, terutama informasi keuangan, sangat dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak – pihak diluar perusahaan, seperti kerditur, calon investor, kantor pajak, dan lain – lain memerlukan informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka.
Sedangkan pengertian pembilian itu sendiri menurut Soemarso S. R adalah
“ Pembelian adalah akun yang digunakan untuk mencatat semua pembelian barang dagang suatu periode”.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pembelian merupakan kegiatan yang dilakukan untuk pengadaan barang yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan usahanya dimulai dari pemilihan sumber sampai memperoleh barang.
Beberapa fungsi yang terkait dan memiliki wewenang dalam melaksanakan transaksi pembelian:
1. Fungsi Gudang
Dalam prosedur pembelian, fungsi gudang bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada digudang dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan.
2. Fungsi Pembelian
Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai informasi harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, dan menegeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
3. Fungsi Penerimaan
Fungsi penerimaan bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok guna menentukkan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa bagian – bagian yang terkait memiliki tanggung jawab dan tugas yang berbeda dalam melakukan transaksi pembelian.
B. Dokumen Yang Digunakan Pada Prosedur Pembelian
Dalam melakukan prosedur pembelian tentu saja memerlukan dokumen guna menjamin keandalan dan tingkat ketelitian dalam pembelian. Adapun dokumen yang digunakan dalam prosedur pembelian adalah:
1. Surat Permintaan Pembeliaan. Surat permintaan pembeliaan ini dikeluarkan oleh fungsi gudang setelah mengetahui jumlah jenis persediaan harus dilakukan pemesaan kembali dan surat ini disertai pula otorisasi oleh fungsi gudang.
2. Surat Order Pembelian. Surat order pembelian dilakukan setelah mendapatkan penawaran harga terhadap barang yang akan dibeli dari pemasok.
Semua dokumen dalam transaksi pembelian sangat dibutuhkan sebagai alat yang membantu keandalan dan tingkat ketelitian sebagai bukti terjadinya transaksi pembelian.
C. Fungsi Yang Terkait Pada Prosedur Pembelian.
Untuk melaksanakan transaksi pembelian dalam perusahaan, fungsi – fungsi yang dibentuk adalah: fungsi gudang, fungsi pembelian, fungsi penerimaan, dan fungsi akuntansi.
D. Jaringan Prosedur Pembelian
Dalam melakukan prosedur pembelian perlu dilakukan jaringan prosedur yang merupakan tahapan – tahapan proses terjadinya transaksi pemebelian.beberapa prosedur pembeliaan yaitu:
1. Prosedur Permintaan Pembeliaan
Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam fomulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian.
2. Prosedur Permintaan Penawaran Harga dan Pemilihan Pemasok
Dalam prosedur iini, fungsi pembelian mengirim surat permintaan penawaran harga kepada pemasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain, untuk memungkinkan pemilihan pemasokan barang yang diperlukan oleh perusahaan.
3. Prosedur Order Pembelian
Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirim order pembelian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukkan kepada unit – unit organisasi dalam perusahaan mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan.
Jaringan Prosedur diatas dapat disimpulkan bahwa Prosedurtersebut dilakukan secara terpisaholeh setiap fungsi yang saling terkait. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan wewenang, tanggung jawab serta menjaga kekayaan perusahaan, keakuratan dan keandalan transaksi.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah melihat pelaksaan prosedur Pembelian dengan menggunakan jaringan prosedur pembelian, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dokumen – dokumen yang terkait sudah sesuai dengan prosedur pembelian yang disyaratkan, adanya surat permintaan pembelian, surat penawaran harga, surat order pembelian, dan sebagainnya.
2. Penggunan jaringan prosedur pembelian tidak semua berjalan dengan mulus. Adakalanya terjadi kesalahan, kekurangan atau penyimpangan, sehingga keadaan tersebut akan menjadi masalah bagi kelancaran kegiatan ekspor dan impor. Tetapi dalam prosedur pembelian diatas jarang terjadi kesalahan atau penyimpangan, seandainya terjadi penyimpangan sperti salah ketik dalam penulisan asal negara pengekspor jumbo drillsandvik.
B. SARAN
Sebagai penutup dari penulis mengemukkan saran yang dipandang perlu uintuk membantu perbaikan dari kelemahan yang ada khususnya yang berhubungan dengan kegiatan pembelian.
Diperlukan dokumen dan penulisan yang jelas dari negara pengekspor jumbo drill sandvik agar tidak terjadi kesalahan dalam pengetikkan, sehingga adanya keakuratan dan ketelitian dalam transaksi.
